Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. /Suara.com-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA-Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai Menteri Sosial Tri Rismaharini seharusnya sudah masuk dalam daftar menteri yang akan kena reshuffle karena suka marah-marah.
Menurut dia, sikap marah-marah yang kerap dipertunjukan Menteri Sosial itu dianggap tidak cocok dengan Presiden Jokowi.
Kendati masuk dalam radar reshuffle, Ujang berkeyakinan posisi Risma di jajaran kabinet tetap aman. Mengingat Risma merupakan kalangan menteri dari partai politik, yakni PDI Perjuangan.
"Soal apakah masuk radar reshuffle, mestinya iya. Rakyat yang sedang susah itu tak perlu dipertontonkan dengan sikap marah-marahnya itu. Namun karena Risma itu menteri dari partai, tetap dia akan aman," kata Ujang dihubungi, Senin (4/10/2021).
Ujang mengingatkan bahwa ada konsekuensi dari sikap Risma yang selalu tampil dengan emosional. Ujang menilai sikap marah-marah tersebut tidak akan mendapat simpati rakyat.
"Dampaknya akan merugikan Risma sendiri. Dan kita tahu hingga saat ini dengan marah-marahnya itu Risma tak pernah naik elektabilitasnya dan tak dapat simpati publik," kata Ujang.
Baca juga: Destinasi Wisata di Gunungkidul Belum Dibuka, Wisatawan Nekat Menerobos ke Pantai
Diketahui, aksi marah-marah kesekian kali yang dilakukan Mensos Risma memantik diskusi publik. Banyak dari mereka yang menyesalkan gaya kepemimpinan Risma tersebut.
Terbaru Risma marah sambil menunjuk-nunjuk salah satu pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) saat kunjungan kerja di Gorontalo. Sikap Risma itu menyinggung Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.
Rusli tidak terima pegawainya kena marah Risma. Rusli bahkan meminta Presiden Jokowi mengavaluasi sikap Risma yang selalu emosional.
Melihat sikap Risma tersebut, Ujang Komaruddin memandang bahwa kemarahan yang kerap dilakukan Risma tidak akan menyelesaikan masalah.
"Jika hanya bisa marah-marah lebih baik mundur dari Mensos saja. Karut-marut soal PKH dan lain-lain lain itu tak mungkin bisa beres dan selesai dengan cara marah-marah," ujar Ujang.
Tidak Mendapat Simpati
Ujang mengatakan sikap emosional yang ditunjukan di hadapan publik justru membuat Risma tidak akan mendapat simpati.
Menurut Ujang sikap emosional Risma tentu tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Presiden Jokowi. Karena itu ia menyarankan jika terus bersikap marah, sebaiknya Risma mundur dari kursi menteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.