Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat tengah bersandar di pelabuhan Indah Kiat di Merak, Banten. /Antara-Asep Fathulrahman
Harianjogja.com, JAKARTA - Hingga kini, TNI Angkatan Laut masih mendiskusikan terkait evakuasi KRI Nanggala 402 yang tenggelam dan di kedalaman air sedalam 838 meter.
Namun, ada satu opsi yang mungkin bisa dilakukan seperti Rusia. Yakni dengan cara menghancurkannya terlebih dahulu agar lebih mudah diangkat.
Arsena Kasal Laksamana Muda TNI, Muhammad Ali mengatakan, Rusia pernah melakukan pengangkatan kapal selam Kursk yang meledak di perairan Barent pada 2000 silam.
Meski telah menjadi negara pembuat kapal selam, tapi negara Beruang Putih itu juga tetap meminta bantuan negara-negara lain untuk melakukan evakuasi.
"Kalau sudah hancur agak sulit mungkin untuk mengangkat, mungkin ngangkatnya seperti Kursk itu, dia dirusak sekalian tapi dia bisa terangkat sebagian besar," kata Ali dalam konferensi pers, Selasa (27/4/2021).
Namun, opsi itu masih terus dirundingkan karena lokasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang tidak mudah dicapai.
Baca juga: Keluarga Korban Kapal Selam KRI Nanggala Asal Bantul Gelar Doa Tahlil Selama 7 Hari
"Nah, rencana kita ini masih kita diskusikan bagaimana caranya mengangkat karena kedalamannya ini tidak dangkal," ujarnya.
Kata Ali, metode pengangkatan kapal selam yang karam itu bermacam-macam. Tergantung dari kedalaman posisi kapal.
Menurutnya hal tersebut sangat mempengaruhi faktor tingkat kesulitan dari pengangkatan kapal tersebut.
Ali menyebut ada teknik mengangkat kapal dengan cara menusuk kemudian mengait sehingga kapal dapat naik secara perlahan. Lalu, ada juga teknik menggunakan balon udara hingga selang.
"Selang ini dihubungkan dengan tangki pemberat pokok kemudian baru dihembuskan udara ke dalamnya sehingga air itu terbuang," jelasnya.
Diketahui, pada Minggu (25/4/2021), kapal KRI Nanggala-402 ditemukan dalam kondisi terbelah menjadi tiga akibat tekanan air di kedalaman 838 meter.
Sebanyak 53 awak KRI Nanggala 402 yang ada di dalam kapal pun tidak dapat terselamatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.