Ombudsman Temukan Dugaan Pungli di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat tengah bersandar di pelabuhan Indah Kiat di Merak, Banten. /Antara-Asep Fathulrahman
Harianjogja.com, JAKARTA - Hingga kini, TNI Angkatan Laut masih mendiskusikan terkait evakuasi KRI Nanggala 402 yang tenggelam dan di kedalaman air sedalam 838 meter.
Namun, ada satu opsi yang mungkin bisa dilakukan seperti Rusia. Yakni dengan cara menghancurkannya terlebih dahulu agar lebih mudah diangkat.
Arsena Kasal Laksamana Muda TNI, Muhammad Ali mengatakan, Rusia pernah melakukan pengangkatan kapal selam Kursk yang meledak di perairan Barent pada 2000 silam.
Meski telah menjadi negara pembuat kapal selam, tapi negara Beruang Putih itu juga tetap meminta bantuan negara-negara lain untuk melakukan evakuasi.
"Kalau sudah hancur agak sulit mungkin untuk mengangkat, mungkin ngangkatnya seperti Kursk itu, dia dirusak sekalian tapi dia bisa terangkat sebagian besar," kata Ali dalam konferensi pers, Selasa (27/4/2021).
Namun, opsi itu masih terus dirundingkan karena lokasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang tidak mudah dicapai.
Baca juga: Keluarga Korban Kapal Selam KRI Nanggala Asal Bantul Gelar Doa Tahlil Selama 7 Hari
"Nah, rencana kita ini masih kita diskusikan bagaimana caranya mengangkat karena kedalamannya ini tidak dangkal," ujarnya.
Kata Ali, metode pengangkatan kapal selam yang karam itu bermacam-macam. Tergantung dari kedalaman posisi kapal.
Menurutnya hal tersebut sangat mempengaruhi faktor tingkat kesulitan dari pengangkatan kapal tersebut.
Ali menyebut ada teknik mengangkat kapal dengan cara menusuk kemudian mengait sehingga kapal dapat naik secara perlahan. Lalu, ada juga teknik menggunakan balon udara hingga selang.
"Selang ini dihubungkan dengan tangki pemberat pokok kemudian baru dihembuskan udara ke dalamnya sehingga air itu terbuang," jelasnya.
Diketahui, pada Minggu (25/4/2021), kapal KRI Nanggala-402 ditemukan dalam kondisi terbelah menjadi tiga akibat tekanan air di kedalaman 838 meter.
Sebanyak 53 awak KRI Nanggala 402 yang ada di dalam kapal pun tidak dapat terselamatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.