PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz. /Ist-dok Prokompim Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG - Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz terbuka terhadap saran dan kritik dari warga di Kota Magelang. Ia membuka selebar-lebarnya kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aduan kepadanya secara langsung. Selain bisa datang ke kantor atau rumah dinasnya, ia juga menerima aduan melalui saluran \'Hallo Dok\'.
Saluran ini menggunakan nomor telepon 0812-1115-0505, yang bisa diakses melalui pesan WhatsApp, dan media sosial Instagram @dokter_aziz_.
"Silakan manfaatkan \'Hallo Dok\', ada permasalahan apa atau punya saran dan kritik apa yang membangun, sampaikan saja ke kanal itu," kata dokter Aziz, sapaan dr. Muchamad Nur Aziz, Senin (19/4/2021).
Baca juga: Lebih Panjang dari Aturan Nasional, Pemkot Solo Larang Mudik Lebaran 1-17 Mei
Ia mengatakan \'Hallo Dok\' merupakan salah satu caranya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Dari saluran ini diharapkan tidak ada sekat antara dirinya sebagai kepala daerah dengan masyarakat. Komunikasi yang baik antar keduanya menjadi faktor penting agar roda pemerintahan berjalan semestinya dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak sungkan dengannya, sehingga keinginannya "nyawiji" dengan rakyat dapat terwujud. Ia juga tidak akan membeda-bedakan golongan masyarakat, dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun Kota Magelang sehingga dapat terwujud visi "Kota Magelang Maju, Sehat, dan Bahagia".
"Saya bekerja tidak bisa sendirian, ada Pak Wakil, Pak Sekda, OPD, Forpimda, termasuk masyarakat. Kita harus bersama-sama membangun kota ini, sehingga kesejahteraan dapat terwujud," jelasnya.
Salah satu warga Badaan, Kelurahan Potrobangsan, Solichin, 71, mengaku terbantu dengan kanal \'Hallo Dok\' yang digagas oleh Wali Kota Magelang dokter Aziz. Ia bisa berkomunikasi langsung dengan orang nomor satu di Kota Magelang itu untuk meminta bantuan ketika ia dan istrinya dirawat di RSUD Tidar karena terpapar Covid-19.
Baca juga: Kemenkes Salurkan Rp246,8 Miliar Insentif Untuk Nakes, Ini Rincian per Penerima
"Bersyukur dan bangga Magelang memiliki Wali Kota yang sangat perhatian dan responsif terhadap warganya," tutur Solichin.
Solichin bercerita, ketika di rumah sakit ia tidak bisa satu ruangan dengan sang istri. Anak bungsunya lantas menghubungi dokter Aziz meminta bantuan agar dirinya dan istri bisa satu ruangan untuk memudahkan perawatan. Tidak berselang lama, dokter Aziz langsung meresponsnya hingga akhirnya ia bisa dirawat bersebelahan dengan istri.
"Bahkan Pak Wali Kota, karena beliau seorang dokter penyakit dalam, sangat memahami kondisi saya dan ibu," ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.