Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah sudah memesan sebanyak 426 juta dosis vaksin dari sejumlah negara, tetapi akan datang ke Indonesia secara bertahap.
Pada Juli - Agustus, vaksin akan tiba dalam jumlah banyak: 60 sampai 70 juta dosis per bulan.
"Kita sudah booking 426 juta dosis vaksin, tapi datangnya dikit-dikit. Ini datang baru awal 7 juta, naik lagi 11 juta, dikit-dikit. Baru mungkin melimpah Juli atau Agustus baru mungkin per bulan 60-70 juta," kata Jokowi.
Para kepala daerah diminta mengawal distribusi vaksin dan pelaksanaannya harus dipastikan berlangsung cepat.
Hal itu dikatakan Jokowi ketika peresmian pembukaan Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Pakar: Wacana Presiden 3 Periode Tak Perlu Ditanggapi Serius
"Saya datang ke kabupaten harus tahu, ngerti betul. Target di kabupaten A berapa yang harus divaksin? Wah sebentar pak, bupati harus ngerti, oh 182 ribu pak, jangan pakai kurang lebih kurang lebih 200 ribu pak, itu nggak ngerti berarti," kata Jokowi.
"Harus bisa, berapa yang mau divaksin? 212.300 misalnya oh detail berarti ngerti, tanya kasus harian Covid berapa \'aduh sebentar tanya ke dinkes pak\', aduh ini persoalan gede yang semua harus tahu."
"Program vaksinasi dikawal dengan detail, pelaksanaannya dimonitor," ujar Jokowi
Beberapa waktu yang lalu, Jokowi melakukan inspeksi ke Halmahera Utara untuk memastikan distribusi vaksin berjalan sesuai rencana.
Jokowi meminta daerah memprioritaskan vaksinasi kepada orang-orang yang memiliki interaksi tinggi dan mobilitas yang tinggi.
"Yang mau kita vaksin itu hampir 181,5 juta banyak sekali, tapi siapa yang diprioritaskan, siapa yang didahulukan, bapak ibu bupati harus tahu dan harus dikontrol sekarang mulai di luar tenaga kesehatan dan pelayan publik," kata dia.
Baca juga: Datang ke Sleman, Mahasiswa Harus Kantongi Bukti Sudah Divaksin Covid-19
"Dahulukan tempat-tempat yang interaksinya tinggi, mobilitasnya tinggi misalnya pasar, itu tempat yang interaksi dan mobilitas orang tinggi, dahulukukan.Terminal mobilitas tinggi interaksi tinggi, dahulukan."
Jokowi meminta semua pihak dapat memahami keterbatasan vaksin yang tersedia karena datangnya sedikit demi sedikit.
"Ini harus mengerti semuanya karena strategi, kenapa strategi? karena vaksinnya terbatas dan datangnya pelan-pelan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.