Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis Hilang di Selatan Gunung Anak Krakatau

Newswire
Newswire Minggu, 13 September 2026 11:17 WIB
Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis Hilang di Selatan Gunung Anak Krakatau

Petugas dari tim SAR gabungan melakukan persiapan untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Selat Sunda ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pandeglang, Banten pada Kamis (10/9/2026). Antara/Azmi Samsul M\r\n

Harianjogja.com, PANDEGLANG— Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda pada hari keenam operasi. Pencarian dipusatkan di Sektor X, yakni wilayah perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau (GAK), dengan luas area sekitar 681 nautical mile (NM) persegi.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan delapan kapal dikerahkan untuk melakukan penyisiran di Sektor X pada Minggu (13/9/2026). Fokus pencarian tersebut dilakukan setelah tim SAR mengevaluasi sejumlah temuan dari pelaksanaan operasi sebelumnya.

"Untuk hari keenam ini kita fokuskan di Sektor X. Karena dari pelaksanaan operasi SAR sebelumnya terdapat beberapa temuan yang menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan operasi SAR hari ini," kata Rizky di Pandeglang, Banten, Minggu.

Delapan kapal yang dikerahkan untuk menyisir Sektor X terdiri atas KN SAR Tetuka, RBB Pecang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.

"Untuk Sektor X kita kerahkan delapan kapal untuk melakukan penyisiran secara optimal," ucapnya.

Area Pencarian Capai 6.024 NM Persegi

Rizky menjelaskan area pencarian pada hari keenam secara keseluruhan mencapai 6.024 NM persegi. Wilayah tersebut dibagi menjadi enam sektor, dengan lima sektor pencarian dilakukan melalui jalur laut dan satu sektor melalui jalur udara.

Dalam operasi hari keenam tersebut, total unsur yang dikerahkan mencapai 15 kapal dan satu helikopter. Operasi pencarian juga didukung sekitar 300 personel gabungan.

Pengerahan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan juga terus mengevaluasi setiap temuan yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai keberadaan mereka.

Cuaca Selat Sunda Jadi Perhatian

Selain membagi wilayah pencarian ke dalam beberapa sektor, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau selama operasi berlangsung.

Berdasarkan data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi (BMKG), kondisi perairan Selat Sunda pada Minggu (13/9) berawan. Angin bertiup ke arah tenggara dengan kecepatan 10-20 knot.

Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah tersebut berkisar 0,5-2,5 meter. Adapun arus permukaan bergerak ke arah barat daya.

Data kondisi cuaca tersebut menjadi bagian dari pertimbangan tim dalam melaksanakan penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda. Operasi dilakukan dengan mengerahkan unsur laut dan udara sesuai pembagian sektor pencarian.

Delapan Orang Hilang Kontak

Delapan orang yang masih dalam pencarian sebelumnya berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Lima orang di antaranya merupakan jurnalis. Mereka yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara itu, tiga orang lainnya merupakan kru kapal. Mereka adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.

Hingga hari keenam operasi, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap kedelapan orang tersebut. Setiap temuan yang diperoleh selama penyisiran terus dievaluasi untuk mencari petunjuk mengenai keberadaan mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online