Anggaran Alkes TB 2027 Jadi Sorotan, Menkes Ungkap Sumber Dana Hibah
Anggaran alkes TB 2027 menjadi sorotan DPR. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut penanganan TB diperkuat lewat dana hibah.
Ilustrasi jurnalisme/Pixabay
Harianjogja.com, KUPANG - Sejumlah organisasi wartawan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur mempertanyakan soal vaksinasi untuk mereka. Sebab hingga saat ini sejumlah jurnalis di ibu kota provinsi NTT itu belum juga mendapatkan vaksinasi.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur Ferry Jahang kepada ANTARA di Kupang, Kamis, mengatakan bahwa dirinya sudah memasukkan nama-nama anggota organisasi PWI ke Dinas Kesehatan Kota Kupang, namun hingga saat ini belum ada penjelasan.
"Saya sudah masukan nama-nama teman-teman wartawan ke Dinkes sejak 3 Maret lalu, namun sampai dengan saat ini belum ada informasi lanjutan kapan wartawan di Kota Kupang akan dapatkan vaksinasi," katanya.
Hal ini disayangkan oleh dirinya karena pemerintah pusat sendiri sudah berkali-kali menegaskan bahwa wartawan juga menjadi prioritas utama dalam vaksin tahap kedua ini.
Ferry juga sudah berkonsultasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati, namun jawaban dari kepala dinas justru meminta agar pendaftaran bagi wartawan sebaiknya dilakukan melalui aplikasi Peduli Lindungi.
Baca juga: Sudah 10 Tahun, Rencana Perluasan Pelabuhan Gunungkidul Masih jadi Wacana
"Sementara peserta lain seperti aparat sipil negara (ASN), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Kupang diberikan vaksinasi hanya dengan mendaftar melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang," ujar dia.
Padahal pemerintah pusat, kata dia, sudah meminta agar peserta vaksinasi lebih baik mendaftar melalui lembaga, supaya prosesnya cepat dilakukan karena melalui aplikasi peduli lindungi lambat informasi baliknya.
"Kita sepakat kalau prioritas vaksin kali ini setelah tenaga kesehatan, petugas pelayan publik dan lansia, tetapi kenapa anggota DPRD dan sejumlah ASN juga divaksinasi," ujar dia.
Sementara itu ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTT Eben dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa memang dari 30-an anggota IJTI NTT baru beberapa saja yang divaksinasi dan diakomodir oleh Pemdanya, salah satunya di Kabupaten Belu.
"Kalau untuk Kota Kupang belum ada informasi, mungkin Sabtu (13/3) mendatang. Namun, tentu saja wartawan juga diprioritaskan karena memang mobilitasnya sangat tinggi dan bertemu dengan banyak orang," ucap dia.
Menjawab kegelisahan tersebut Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa untuk Kota Kupang akan ada 40 wartawan yang akan divaksinasi terlebih dahulu,
Baca juga: Demokrat Moeldoko Batal Laporkan Andi Mallarangeng ke Polisi karena Kendala Teknis
"Kami akan alokasikan untuk 40 wartawan terlebih dahulu, sisanya menyusul nanti," ujar dia.
Untuk lokasi penyuntikan dan waktu penyuntikan akan diinformasikan ke koordinator wartawan yang ada di Kota Kupang.
"Jadi dalam pekan ini masih prioritas untuk lansia dan pejabat publik terlebih dahulu, setelah sejumlah tenaga kesehatan itu. Nanti paling lambat Senin pekan depan akan kami sampaikan ke koordinator wartawan di Kota Kupang," ujar dia.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran alkes TB 2027 menjadi sorotan DPR. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut penanganan TB diperkuat lewat dana hibah.
Nubia NaviX Ultra resmi meluncur di China dengan Doubao AI Agent, Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200 MP, dan baterai 7.100 mAh.
Lewis Hamilton menyatakan dukungan kepada Macklemore setelah rapper tersebut dicoret dari sisa tur Ed Sheeran akibat pernyataan dukungan terhadap Palestina.
Xiaomi 18 Pro muncul di Geekbench dengan skor 3.619 single-core dan 11.842 multi-core. Chipset yang diuji memiliki dua core hingga 5,01 GHz.
Rumah sudah dibeli tetapi sertifikat masih atas nama pemilik lama? Simak risiko administrasi, proses balik nama, dan layanan PERINTIS 10 hari ATR/BPN.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.