2 Remaja Hilang di Gunung Bismo, Pencarian Hari Keenam Belum Berhasil
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Foto udara destinasi wisata pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (12/8/2020)./Antara-Ahmad Subaidi
Harianjogja.com, DENPASAR - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan beberapa BUMN menyepakati kontrak dua paket pembangunan infrastruktur senilai Rp1,7 triliun untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika.
Kontrak pembangunan infrastruktur dibagi dalam dua paket, paket pembangunan I dikerjakan oleh beberapa BUMN seperti Joint Venture PT PP, PT Wijaya Karya, PT Bunga Raya Lestari yang akan membangun infrastruktur wilayah Tengah dan Barat kawasan The Mandalika.
Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menjelaskan jika paket I pembangunan infrastruktur meliputi pekerjaan jaringan jalan lengkap dengan drainase, box utilitas, lanskap dan penerangan jalan.
BACA JUGA : Sandiaga Berharap MotoGP Mandalika Putus Mata Rantai
"Selain itu dalam kontrak ini juga akan dilakukan normalisasi sungai, tempat evakuasi sementara dan pintu air pekerjaan pembangunan fasilitas amenity core dan gerbang kawasan. Selain itu pembangunan jaringan pipa air bersih, jaringan pipa air kotor, dan jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya juga akan dibangun," jelas Mansoee seperti dikutip dari rilis pada Rabu (3/3/2021).
Sementara itu, paket II kontrak pembangunan yang ditandatangani ITDC dengan Joint Operation PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya. Dua BUMN ini akan membangun dia area Timur The Mandalika.
"Pembangunan dia area Timur meliputi sarana dan prasarana jaringan jalan, normalisasi sungai, pembangunan fasilitas amenity core, gerbang kawasan, dan konstruksi masjid area Timur. Selain itu jaringan pipa air bersih, jaringan pipa air kotor, dan jaringan pipa air irigasi juga akan dibangun," jelasnya.
Mansoer lebih jauh menjelaskan jika dua paket pembangunan ini merupakan bagian dari program Mandalika Urban Tourism Infrastructure Project (MUTIP) untuk mempercepat pembangunan The Mandalika demi menyambut pembukaan pariwisata nasional. "Percepatan pembangunan infrastruktur ini guna mempersiapkan kawasan The Mandalika menyambut normalisasi pariwisata setelah proses vaksinasi selesai,” ungkapnya.
BACA JUGA : Jelang MotoGP Mandalika, Warga Didorong Lebih Kreatif
Selain itu, pembangunan dua paket infrastruktur ini sejalan dengan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika yang juga sedang dikebut pembangunannya. "Paket pembangunan ini paralel dengan pembangunan street circuit dan amenitas seperti hotel dan beach club," tutup Mansoer.(K48)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.