Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Konsultan Biologi Molekuler Independen Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, menilai penerapan protokol 3M dan pengendalian dengan 3T secara ketat dan masif sangat efektif untuk mengendalikan pandemi COVID-19, meski tanpa vaksin.
"Jadi, yang perlu kita ingat bahwa pandemi ini bisa dikendalikan tanpa vaksin, tapi memang perlu penerapan 3M dan 3T yang sangat ketat dan masif," kata Ahmad dalam Kelas Umum Pandemi yang diselenggarakan secara virtual oleh relawan Lapor COVID-19 dan Komunitas Jalansutra di Jakarta, Senin (124/12/2020).
Ahmad mengatakan bukti bahwa pandemi COVID-19 bisa dikendalikan tanpa vaksin dapat dilihat dari China, yang menurutnya sudah dapat mengendalikan COVID-19 pada awal Maret, setelah mereka melakukan upaya pengendalian dengan penguncian wilayah, dengan 3T yaitu pemeriksaan, penelusuran dan penanganan, serta protokol 3M dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak secara ketat dan masif.
"Kalau saya gambarkan, kita punya ban yang bocor. Kalau kita bicara untuk mengendalikan, kita tentu harus mengendalikan bocor yang besar. Bocor yang besar ini dengan 3M dan 3T. Dengan itu lubang besar dari pandemi bisa kita tutup. Tapi kalau ada lubang-lubang kecil, itu bisa ditutup dengan vaksin," katanya memberikan gambaran tentang pentingnya penanggulangan dengan 3M dan 3T dilengkapi dengan vaksinasi.
Ia mengatakan bahwa vaksin memang penting dalam penanggulangan wabah COVID-19. Namun demikian, vaksinasi bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi wabah tersebut.
Meskipun vaksin COVID-19 sudah ada, upaya penanganan COVID-19 dengan 3M dan 3T tidak serta merta bisa berhenti, karena vaksin yang tersedia saat ini jumlahnya masih sedikit dan baru diprioritaskan untuk kelompok orang yang paling berisiko terkena COVID-19 terlebih dahulu.
BACA JUGA: Update Corona DIY: 111 Positif, 57 Sembuh, 1 Meninggal
Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar dapat mengendalikan wabah COVID-19 di Indonesia masih sangat lama.
Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan dengan 3M oleh masyarakat dan upaya pengendalian dengan 3T oleh pemerintah harus terus menerus dilakukan, sehingga potensi infeksi COVID-19 dapat semakin dibatasi.
Protokol 3M dan 3T perlu terus menerus dilakukan, bahkan setelah ada vaksin karena virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sangat mudah menular. Sehingga, penyebaran virus tersebut akan menjadi semakin tidak terbendung jika masyarakat abai menjalankan protokol 3M.
"Jadi perlu diingat, virus ini mudah sekali menular tanpa gejala, sekitar 40 persen. Artinya, di sini penting namanya physical distancing, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, karena itu memang riil. Jadi itu bukan sekadar mantra yang membosankan. Tapi itu yang paling penting. Setelah itu, pemerintah membantu dengan 3T, yaitu testing, tracing dan treatmen," kata Ahmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.