Kasus Ebola Kongo Bertambah, Otoritas Waspadai Penyebaran Cepat
Kasus Ebola di Kongo bertambah menjadi 515 kasus dengan 91 kematian. Otoritas kesehatan mewaspadai penyebaran cepat hingga wilayah perbatasan Uganda.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). /Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Dunia sekarang berada pada titik kritis dalam pandemi Covid-19 dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya dalam menangani kasus covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Kita berada pada titik kritis dalam pandemi Covid-19, terutama di belahan bumi utara," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers seperti dilansir dari Channel News Asia, mengutip Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, Sabtu (24/10/2020).
"Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya." Tambahnya.
Baca Juga: Mobil Laboratorium Covid-19 Berbasis 5G Dikembangkan di China
Dia mendesak para pemimpin untuk segera mengambil tindakan, untuk mencegah kematian yang tidak perlu lebih lanjut, layanan kesehatan penting dari runtuh dan sekolah-sekolah ditutup lagi. Peringatan itu pernah dikatakannya pada bulan Februari dan dia ulangi hari ini.
Tedros mengatakan terlalu banyak negara yang sekarang mengalami peningkatan infeksi secara eksponensial, "dan itu sekarang mengarah melonjaknya pasien di rumah sakit dan unit perawatan intensif.
Dia mengatakan negara-negara harus mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran virus dengan cepat, meningkatkan pengujian, melacak kontak orang-orang yang terinfeksi dan mengisolasi mereka yang berisiko menyebarkan virus. Bahkan bagi beberapa negara yang kasusnya terus meningkat, akan diimbau untuk lockdown.
Beberapa negara di Eropa melaporkan tingkat infeksi lebih tinggi daripada selama gelombang pertama pandemi pada Maret dan April, dimana Spanyol sekarang memiliki lebih dari tiga juta kasus.
Pemerintah di seluruh benua memberlakukan pembatasan baru yang mendesak pada kehidupan sehari-hari, misalnya Prancis memperpanjang jam malam untuk 46 juta warganya, dan Irlandia memberlakukan lockdown lagi.
Baca Juga: IMA Keluarkan 5 Butir Deklarasi agar RI Keluar dari Pandemi Covid
"Meningkatnya infeksi Covid-19 menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat, dengan sebagian besar negara memiliki situasi epidemiologis yang sangat mengkhawatirkan," kata Andrea Ammon, direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).
Badan tersebut mengatakan semua negara Uni Eropa kecuali Siprus, Estonia, Finlandia dan Yunani termasuk dalam kategori "perhatian serius", seperti halnya Inggris, yang kasusnya naik dari hanya tujuh bulan lalu.
Di seluruh dunia, Covid-19 kini telah merenggut nyawa 1,1 juta orang - sekitar seperlima di Amerika Serikat dan menginfeksi hampir 42 juta orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kasus Ebola di Kongo bertambah menjadi 515 kasus dengan 91 kematian. Otoritas kesehatan mewaspadai penyebaran cepat hingga wilayah perbatasan Uganda.
Pemkot Jogja belum menerima informasi perubahan pengawasan SPPG setelah BGN memperketat sanksi kasus keracunan MBG dan menetapkannya sebagai kejadian fatal.
Maroon 5 dipastikan kembali konser di Jakarta pada 5 Februari 2027 di JIS. Simak jadwal Asia Tour 2027 dan informasi terbarunya.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa