LPS Ungkap Penyebab 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi pada 2026
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
Personel kepolisian berusaha membubarkan pengunjuk rasa menggunakan water canon saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). /ANTARA FOTO-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA--Gerakan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja mendapat celaan dari Denny Siregar.
Pegiat media sosial Denny Siregar, menyindir kalangan mahasiswa melalui akun Twitternya @Dennysiregar7.
Denny Siregar menasihati mahasiswa zaman sekarang agar belajar dari seniornya Budiman Sudjatmiko atau Adian Napitupulu.
"Untuk adek mahasiswa, kalau kalian pengen seperti kakak-kakak kalian yang sukses tumbangkan rezim di 98, banyak-banyaklah belajar ke kak @budimandjatmiko dan kak Adian," tulis Denny memulai, Minggu (11/10/2020).
Denny lantas membadingkan mahasiswa zaman sekarang dengan zamannya Budiman Sudjatmiko. Menurutnya, mahasiswa era 98 paham apa yang mereka suarakan, sedangkan yang sekarang tidak.
BACA JUGA: Nyaru Jadi Pekerja Proyek, Komplotan Maling Gasak Alat Kelistrikan di YIA Bernilai Ratusan Juta
"Apa bedanya kalian dengan mereka? Mereka tahu apa yang mereka demokan. Kalau kalian, baca sepotong, ngerti sepotong, ngamuk segentong," tambah Denny dengan pedasnya.
Sontak, beragam tanggapan dari warganet langsung tumpah ruah di kolom komentar Denny Siregar.
"Memang mereka berdua yang numbangan rezim 98, mimpi kali kau desi," sahut warganet dengan akun @TAbdis***
"Bedanya saat itu parlemennya mendukung rakyat pak, sedangkan sekarang parlemennya di kangkangin istana," kata akun @Abduh***
Sementara itu warganet dengan nama akun @YPra**** turut mempertanyakan peran mahasiswa zaman sekarang di tengah dinamika sosial.
"Terkadang heran. Apakah peran mahasiswa hanya sekadar untuk berdemo? Maaf saja sebelumnya, cuma aneh," tulisnya menimpali.
Hingga artikel ini dibuat, kicauan Denny Siregar tersebut telah disukai hingga 3 ribu pengguna Twitter dan diretweet oleh 745 warganet.
Sebelumnya, aksi-aksi mahasiswa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pecah di berbagai daerah.
Sejumlah pemberitaan bahkan menuding aksi mahasiswa tersebut rusuh, serta menilai mahasiswa merusak fasilitas publik salah satunya halte yang ada di Jakarta.
Akan tetapi, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada Suara.com menegaskan bahwa kerusakan hingga pembakaran fasilitas umum itu bukan dilakukan oleh mahasiswa.
Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian memastikan, seluruh mahasiswa yang turun aksi mereka adalah aksi damai yang sudah terkoordinir dengan baik.
Namun, ada pihak luar yang menyusup dan memprovokasi massa di lapangan sehingga mahasiswa kena getahnya.
"Dampak kerusakan hingga pembakaran yang terjadi di berbagai fasilitas Polri dan pemerintah bukan merupakan ulah dari massa aksi yang masih terkoordinir, melainkan ada pihak lain yang mencoba memprovokasi aksi damai yang dilakukan," kata Remy dalam keterangannya, Senin (12/10/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.
DWS sepakat dugaan penyadapan Presiden Prabowo berpotensi mengarah ke makar jika terbukti memenuhi unsur pidana.