5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Ini Dalih Kemhan Gelar Latsarmil
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.
Personel kepolisian berusaha membubarkan pengunjuk rasa menggunakan water canon saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). /ANTARA FOTO-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA--Gerakan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja mendapat celaan dari Denny Siregar.
Pegiat media sosial Denny Siregar, menyindir kalangan mahasiswa melalui akun Twitternya @Dennysiregar7.
Denny Siregar menasihati mahasiswa zaman sekarang agar belajar dari seniornya Budiman Sudjatmiko atau Adian Napitupulu.
"Untuk adek mahasiswa, kalau kalian pengen seperti kakak-kakak kalian yang sukses tumbangkan rezim di 98, banyak-banyaklah belajar ke kak @budimandjatmiko dan kak Adian," tulis Denny memulai, Minggu (11/10/2020).
Denny lantas membadingkan mahasiswa zaman sekarang dengan zamannya Budiman Sudjatmiko. Menurutnya, mahasiswa era 98 paham apa yang mereka suarakan, sedangkan yang sekarang tidak.
BACA JUGA: Nyaru Jadi Pekerja Proyek, Komplotan Maling Gasak Alat Kelistrikan di YIA Bernilai Ratusan Juta
"Apa bedanya kalian dengan mereka? Mereka tahu apa yang mereka demokan. Kalau kalian, baca sepotong, ngerti sepotong, ngamuk segentong," tambah Denny dengan pedasnya.
Sontak, beragam tanggapan dari warganet langsung tumpah ruah di kolom komentar Denny Siregar.
"Memang mereka berdua yang numbangan rezim 98, mimpi kali kau desi," sahut warganet dengan akun @TAbdis***
"Bedanya saat itu parlemennya mendukung rakyat pak, sedangkan sekarang parlemennya di kangkangin istana," kata akun @Abduh***
Sementara itu warganet dengan nama akun @YPra**** turut mempertanyakan peran mahasiswa zaman sekarang di tengah dinamika sosial.
"Terkadang heran. Apakah peran mahasiswa hanya sekadar untuk berdemo? Maaf saja sebelumnya, cuma aneh," tulisnya menimpali.
Hingga artikel ini dibuat, kicauan Denny Siregar tersebut telah disukai hingga 3 ribu pengguna Twitter dan diretweet oleh 745 warganet.
Sebelumnya, aksi-aksi mahasiswa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pecah di berbagai daerah.
Sejumlah pemberitaan bahkan menuding aksi mahasiswa tersebut rusuh, serta menilai mahasiswa merusak fasilitas publik salah satunya halte yang ada di Jakarta.
Akan tetapi, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada Suara.com menegaskan bahwa kerusakan hingga pembakaran fasilitas umum itu bukan dilakukan oleh mahasiswa.
Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian memastikan, seluruh mahasiswa yang turun aksi mereka adalah aksi damai yang sudah terkoordinir dengan baik.
Namun, ada pihak luar yang menyusup dan memprovokasi massa di lapangan sehingga mahasiswa kena getahnya.
"Dampak kerusakan hingga pembakaran yang terjadi di berbagai fasilitas Polri dan pemerintah bukan merupakan ulah dari massa aksi yang masih terkoordinir, melainkan ada pihak lain yang mencoba memprovokasi aksi damai yang dilakukan," kata Remy dalam keterangannya, Senin (12/10/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.
Kecelakaan maut di Jalan Nagung-Brosot Kulonprogo, pengendara motor tewas setelah terpental ke sungai.
Ekspor kapulaga Indonesia ke China tembus 3.604 ton senilai Rp319 miliar. Permintaan rempah RI terus meningkat di 2026.
Harga emas Antam turun menjadi Rp2.655.000 per gram, buyback Rp2.414.000. Simak rincian harga terbaru.
Kapolri anugerahkan kenaikan pangkat anumerta kepada tiga polisi gugur saat operasi narkoba di Katingan.
Dishub Sleman rampungkan 2 ZoSS dengan anggaran hingga Rp60 juta untuk meningkatkan keselamatan pelajar di jalan.