Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Airlangga Surabaya./Antara\n\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengumuman Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dilakukan Jumat (14/8/2020) sore ini. Tercatat dari total 702.420 peserta, 510 di antaranya didiskualifikasi.
Ketua LTMPT Profesor Mohammad Nasih menyebut peserta yang didiskualifikasi didasarkan beberapa alasan, seperti tidak memenuhi persyaratan dan kecurangan.
“Ada 510 peserta yang didiskualifikasi 218 diantaranya karena pada pelaksanaan ujian membawa handphone, berbicara dengan yang lain, atau karena memfoto soal dan kemudian disebarkan,” terangnya, Jumat (14/8/2020).
Sementara itu, ada 292 peserta yang fotonya tidak bisa diidentifikasi itu orangnya atau tidak sehingga berpotensi dijoki atau digantikan orang lain saat ujian.
“Apa yang mereka lakukan itu dianggap kecurangan sehingga kita berikan penalti berupa diskualifikasi. Ada di dalamnya foto keluarga, foto bawa anak, atau mukanya ditutup masker dan sebagainya,” terang Nasih.
Baca Juga: Anak Amien Rais & Wakil Ketua KPK Ribut di Pesawat, Ini Penjelasan Polisi
Namun demikian, secara keseluruhan pendaftar UTBK tahun ini sebanyak 702.420, peserta yang berhasil hadir 661.180, kemudian yang tidak hadir 41.240. Oleh karea itu kehadiran 94,13 persen.
“Persentase kehadirannya ini sangat baik, karena hanya sedikit yang tidak bisa hadir dengan berbagai macam alasan. Tahun sebelumnya tingkat kehadiran hanya 80 sekian persen. Alhamdulillah cukup efektif dan cukup membahagiakan,” kata Nasih dalam konferensi pers, Jumat (14/8/2020).
Namun, Nasih memperingatkan bahwa dari peserta yang lulus seleksi SBMPTN UTBK belum tentu masuk ke PTN pilihannya karena masih harus mengikuti beberapa tahapan sebelum diterima dan masuk ke PTN.
“Belum tentu akan masuk, misalnya tidak lulus buta warna dan lain-lain yang dibuat oleh PTN,” jelasnya.
Baca Juga: Aa Gym Bisa Lihat Salib di Logo HUT RI, Ernest Prakasa Malah Enggak Bisa, Katanya: Ampuni Aku Tuhan
Meskipun tidak lulus seleksi, kata Nasih, peserta agar tidak berkecil hati karena banyak PTN yang melaksanakan jalur lain, seperti jalur mandiri yang masih mungkin untuk daftar lagi baik dengan UTBK atau dengan kriteria lain.
“Kepada para calon mahasiswa yang berhasil masuk ke perguruan tinggi pilihannya, selamat dan sukses. Ini merupakan gerbang untuk maju untuk masuk di PTN dan bagi peserta yang belum berhasil, masih ada jalur lain atau lanjutkan di Perguruan Tinggi Swasta juga sama baiknya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.