Peti Mati Ratu Elizabeth II Sudah Tiba di Edinburg
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Ilustrasi-Sebuah foto yang dirilis oleh Rumah Sakit Pusat Wuhan menunjukkan staf medis yang merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan melalui Weibo di Wuhan, China. Tidak diketahui tanggal pangambilan foto./ The Central Hospital of Wuhan via Weibo - via Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Gambar satelit yang menyorot tempat parkir rumah sakit di Wuhan, China, menunjukkan bahwa virus Corona baru penyebab wabah Covid-19 yang berasal dari kota itu telah menyebar pada awal Agustus tahun lalu.
Sebuah studi baru dari Harvard Medical School, yang belum ditinjau oleh kalangan sejawat, menemukan "peningkatan dramatis dalam lalu lintas rumah sakit di luar lima rumah sakit besar Wuhan mulai terlihat akhir musim panas dan awal musim gugur 2019," ujar profesor AS dari Harvard Medical School dan penulis utama penelitian, John Brownstein seperti dikutip Dailymercury.com, Kamis (11/6/2020).
Brownstein mengatakan peningkatan lalu lintas juga "bertepatan dengan" peningkatan pencarian di mesin pencari China Baidu untuk "gejala-gejala tertentu yang nantinya akan ditentukan sebagai terkait erat dengan virus Corrona baru".
Meski tim mengakui bahwa bukti itu tidak langsung, Brownstein mengatakan penelitian ini membuat titik data baru yang penting dalam misteri asal usul Covid-19 dan penyakit itu diperkirakan berawal sejak November 2019.
Gambar satelit tempat parkir rumah sakit di Wuhan menunjukkan virus Corona beberapa bulan lebih awal dari perkiraan semula.
"Ada sesuatu yang terjadi pada bulan Oktober," kata Brownstein yang juga direktur Lab Epidemiologi Komputasi Medis.
Ada beberapa tingkat gangguan sosial yang terjadi jauh sebelum apa yang sebelumnya diidentifikasi sebagai awal pandemi virus Corona baru, katanya.
Pada saat masing-masing rumah sakit memiliki pengunjung "volume relatif tinggi pada musim gugur dan musim dingin 2019", lima dari enam rumah sakit menunjukkan "volume harian relatif tertinggi dari sampel yang dianalisa.
Hal itu juga bertepatan dengan peningkatan permintaan pencarian Baidu untuk istilah \'diare\' dan \'batuk\', menurut para peneliti dari Universitas Boston dan Rumah Sakit Anak Boston.
Sedangkkan CNN.com menulis bahwa penelitian itu ibarat “teka-teki rumit tentang apa yang terjadi pada saat itu".
"Data ini sangat menarik karena kami melihat peningkatan pada orang yang mencari penyakit gastrointestinal, semacam diare yang meningkat pada tingkat yang belum pernah terlihat sama sekali. Kita sekarang tahu bahwa gejala gastrointestinal adalah penanda yang sangat penting untuk Covid-19," kutip CNN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
AC Milan menang 2-1 atas Genoa pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/26 dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.