Wajib Halal Kosmetik Diminta Ditunda, UMKM Dinilai Belum Siap
Pelaku industri kosmetik meminta wajib halal Oktober 2026 ditunda satu tahun karena kesiapan UMKM dan sertifikasi bahan baku impor masih menjadi tantangan.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com-Endang Muchtar
Harianjogja.com, JAKARTA – Penulis buku How Not To Die, Michael Greger mengklaim virus baru dari peternakan ayam yang disebut virus apokaliptik akan menyebabkan pandemi yang lebih berbahaya daripada virus Corona. Bahkan ilmuwan itu menyebut ini berpotensi memusnahkan setengah populasi dunia.
“Selama ada unggas, akan ada pandemi," uajr Greger, dokter dari Amerika Serikat itu dilansir dari Boldsky, Jumat (5/6/2020).
Dia menjelaskan bahwa hubungan dekat manusia dengan hewan dapat menyebabkan jenis epidemi terburuk. Beberapa penyakit lain seperti Covid-19, flu babi, berasal dari hewan. Flu burung H5NI yang muncul di China pada 1997 nyatanya terjadi lagi pada 2003 dan 2009 di negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dan kemungkinan wabahnya meningkat.
Peternakan unggas atau ayam menurutnya menjadi tempat berkembang biaknya penyakit. Hal ini disebabkan ayam dalam jumlah massal hidup di ruang yang sangat sempit dengan tingkat amonia yang tinggi dari kotoran yang tidak dibersihkan.
Oleh karena itu Dr. Greger menyarankan agar masyarakat beralih dari peternakan massal ke kawanan yang kecil dengan akses luar ruangan. Produksi telur yang tidak wajar juga perlu dihentikan, stop penggunaan vaksin untuk hewan, dan terapkan kebersihan di peternakan.
"Semakin banyak hewan yang diternakkan massal, semakin banyak virus yang berkembang biak, dan sewaktu-waktu menjadi pandemi yang saat ini mungkin tersembunyi di lapisan paru-paru ayam,” sebutnya.
Greger turut pula menyarankan agar lebih baik saat ini beralih dari menkonsumsi daging menjadi vegetarian, yang lebih menyehatkan.
Peternakan unggas yang menjadi pemicu pandemi bukanlah hal baru. Berbagai penelitian telah mengaitkan peternakan unggas dengan beberapa penyakit. Satu studi, yang berfokus pada peternakan unggas di Indonesia menemukan bahwa penyaki, bakteri, dan virus yang menginfeksi ayam broiler di peternakan adalah penyakit pernafasan kronis (CRD) dan colibacillosis, dan penyakit bursal menular (IBD /gumboro) dan penyakit newcastle (ND).
Penyakit lain yang ditemukan pada tingkat prevalensi rendah adalah snot dan ascites dan menyarankan perlunya menerapkan efek untuk mengendalikan virus. Studi lain menunjukkan bahwa sementara produksi unggas telah menjadi bagian integral dari peternakan kecil selama berabad-abad, penting untuk mencapai keamanan dan keamanan pangan untuk menghindari munculnya penyakit menular.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pelaku industri kosmetik meminta wajib halal Oktober 2026 ditunda satu tahun karena kesiapan UMKM dan sertifikasi bahan baku impor masih menjadi tantangan.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.