Karhutla Gunung Bromo Padam, 1.120 Hektare TNBTS Terbakar
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Ahmad Subaidi
Harianjogja.com, JAKARTA - Ahli Kesehatan Masyarakat, dr. Hermawan Saputra menilai masih sulit memprediksi soal puncak pandemi Covid-19 karena angka kasus virus mematikan ini saat ini masih fluktuatif.
“Puncak pandemi memang belum terjadi," kata Hermawan kepada Okezone, Sabtu (16/5/2020).
Menurutnya, sejumlah prediksi yang beredar terkait pandemi Covid-19 akan berakhir hanya sebatas asumsi. Hal itu juga berkaitan erat dengan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Kalau prediksi yang menyatakan Mei atau Juni sebelumnya ini lebih kepada asumsi bila PSBB dilakukan secara ketat. Artinya ada perlakuan disiplin dan serempak di berbagai wilayah terutama di wilayah Jabodetabek," terangnya.
Apalagi, kata Hermawan, penyebaran Covid-19 di daerah semakin masif. Dia mencontohkan pulau Jawa yang saat ini masuk dalam zona merah.
"Maka kasus ini akan berpotensi menimbulkan waktu prediksi mundur mungkin Juni atau Juli sebagai puncak, itu pun dengan catatan PSBB dilakukan," terangnya.
Sulitnya memprediksi tren virus corona, berkaitan dengan kemampuan Pemerintah untuk melakukan testing secara cepat. Sejauh ini, Pemerintah masih jauh dari target 10 ribu spesimen per hari.
"Memang benar kapasitas pemeriksaan kita masih sangat terbatas bahkan Presiden seminggu lalu mengatakan harus dievaluasi ketat, karena target menurut presiden tadinya 10 ribu hanya tercapai 4-5 ribu spesimen per hari," jelasnya.
"Ini masih jauh di bawah kapasitas di mana kasus sudah mulai terjadi di seluruh Indonesia, bahkan sekarang sudah lebih dari 16 ribu kasus," jelasnya.
Di sisi lain, Hermawan berharap Pemerintah tidak membuat kebijakan yang kontraproduktif. Hal itu akan mempersulit dalam menghambat penyebaran virus.
"Untuk itu kita berharap Pemerintah lebih disiplin. Paling penting adanya sinkronisasi kebijakan antara kebijakan Pemerintah, tidak ada lagi ada sesuatu yang kontradiktif, misal mudik dilarang tapi moda transportasi dibuka, jadi bandara pelabuhan terminal penuh sesak," imbuhnya.
Berita ini sudah tayang di Okezone.com dengan judul \'Pakar Kesehatan: Puncak Pandemi Terjadi Jika PSBB Diterapkan Secara Ketat\'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Motor listrik mulai dilirik karena efisiensi biaya. VinFast Viper menawarkan skema baterai, penukaran cepat, dan garansi hingga enam tahun.
Gunung Semeru erupsi delapan kali selama enam jam, dengan letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak.
Maarten Paes menjadi starter saat Ajax lolos ke play-off Liga Conference 2026/27 usai imbang 2-2 kontra Shelbourne.
Kumpulan doa tolak bala untuk memohon perlindungan dari musibah, bencana, kesulitan, gempa, petir, hujan hingga berbagai marabahaya.
Jadwal Bus DAMRI Jogja-YIA tersedia dari 4 titik keberangkatan. Cek jam operasional, tarif Rp80.000, serta cara pembayaran nontunai.