Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Bisa Ditukar, Ini Lokasinya
Tiket MotoGP Mandalika 2026 mulai bisa ditukar di tiga lokasi. Simak jadwal, kategori tiket, jam layanan, dan syarat penukarannya.
Ki Hadjar Dewantara./Dok. Shutterstock-Suara.com
Harianjogja.com, JOGJA - Saat memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, kita selalu diingatkan dengan sosok Soewardi Soejaningrat, atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.
Tanggal 2 Mei merupakan tanggal lahir Menteri Pengajaran Indonesia pertama itu. Ki Hajar mulai fokus terhadap pendidikan Indonesia pasca ia dibebaskan dari pengasingan di Belanda akibat tulisannya yang terlalu mengkritisi Hindia Belanda.
Setelah itu, kontribusinya terhadap pendidikan Indonesia tak main-main. Semboyan pendidikan Indonesia bahkan diambil dari pernyataan Ki Hajar Dewantara.
Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri Handayani.
Kamu pasti sudah tak asing dengan kalimat tersebut. Tapi sebagai tokoh bangsa, Ki Hajar termasuk sosok yang sering menyampaikan kalimat bijak terkait pendidikan anak Indonesia.
Untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional 2020, tak ada salahnya mengingat kembali nasihat-nasihat yang pernah disampaikan Ki Hajar Dewantara. Siapa tahu bisa jadi penyemangat bagimu yang masih harus menjalani belajar dari rumah.
Dikutip dari Suara.com-jaringan Harianjogja.com, ada beberapa kalimat bijak Ki Hajar Dewantara dari berbagai sumber di bawah ini:
1. Percaya, tegas, penuh ilmu hingga matang jiwanya, serta percaya diri, tidak mudah takut, tabah menghadapi rintangan apapun.
2. Melalui ngerti, ngrasa, lan ngelakoni (menyadari, mengisyafi, dan melakukan), budi pekerti yang dibentuk untuk merdeka dan mandiri akan hadir adab.
3. Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.
4. Orang yang mempunyai kecerdasan budi pekerti itu senantiasa memikirkan dan merasakan serta selalu memakai ukuran, timbangan dan dasar-dasar yang pasti dan tetap.
5. Guru adalah seorang pejuang tulus tanpa tanda jasa mencerdaskan bangsa.
6. Dunia pendidikan tak lepas dari para pengajar alias guru, para pejuang tulus tanpa tanda jasa yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
7. Dengan ilmu kita menuju keilmuan. Ilmu tak melulu soal angka, tapi bekal dalam hidup.
8. Kalau suatu ketika ada orang meminta pendapatmu, apakah Ki Hajar Dewantara itu seorang nasionalis, radikalis, sosialis, demokrat, humanis, ataukah tradisionalis, maka katakanlah bahwaaku hanyalah orang Indonesia biasa saja yang bekerja untuk bangsa Indonesia dengan cara Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tiket MotoGP Mandalika 2026 mulai bisa ditukar di tiga lokasi. Simak jadwal, kategori tiket, jam layanan, dan syarat penukarannya.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.