Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Twitt Dokter Dirga./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Bukan berniat menakut-nakuti, Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog Dirga Sakti Rambe menyampaikan bahwa dalam empat pekan ke depan akan terlihat dampak sesungguhnya dari virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.
Pernyataan ini dilontarkan oleh dr. Dirga melalui akun Twitter-nya, @dirgarambe pada Selasa (14/4/2020). Dalam cuitan tersebut, Dirga menjelaskan alasannya.
"Dalam waktu empat pekan mendatang, kita akan melihat dampak Covid-19 yang sesungguhnya bagi Indonesia," cuit dr. Dirga.
"Situasi hari ini. Case fatality rate (CFR) 8-9% tidak turun, walau banyak yang sembuh. Testing capacity masih sangat kecil, tapi ada perbaikan. PSBB saja tidak cukup. Variasi gejala klinis makin luas. Belum ada obat efektif," imbuhnya.
Dirga juga memberikan peringatakan kepada masyarakat yang tinggal di zona merah Covid-19. Bukan hanya jumlah kasus yang terus bertambah, tapi ditemukan kondisi yang lain.
"Untuk memberikan Anda gambaran tentang situasi Covid-19, khususnya yang berdomisili di zona merah. Semua pasien yang datang berobat harus dianggap positif Covid-19 sampai terbukti sebaliknya. Gejala tidak khas, OTG banyak, ada pasien tidak jujur dengan riwayat kontak, petugas sering kecolongan," ungkap dr Dirga.
Saat ditanya apa yang harus dilakukan untuk menghadapi situasi tersebut, Dirga menyarankan orang-orang untuk tetap berada di rumah guna mengurangi potensi penyebaran virus ini.
Dirga menegaskan bahwa pernyataannya itu tidak bermaksud untuk menakuti orang-orang.
"Dalam setiap twit saya, tidak pernah ada maksud & keinginan untuk menakut-nakuti. Tujuannya untuk menambah kewaspadaan kita. Menginformasikan apa yg sesungguhnya terjadi," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Semua yang saya sampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah".
Cuitan dr. Dirga ini telah mendapatkan lebih dari 10.000 likes dan nyaris 6.000 retweet pada Rabu (15/4/2020) pagi.
Dokter Dirga merasa saat ini masyarakat mulai menurunkan kewaspadaan terhadap bahaya Covid-19. Padahal wabah ini belum mencapai puncaknya di Indonesia.
"Masih banyak yang bandel dan menganggap remeh. I warn them," ucapnya.
Untuk diketahui, Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus Corona COVID-19 di Indonesia sampai saat ini sudah tercatat 139.137 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.