Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas 10 Hektare
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, CHINA - Pandemi virus Corona penyebab Covid-19 di China mulai mereda. Tapi, kini masyarakat kembali dikhawatirkan dengan munculnya hantavirus.
Lewat akun Twitter, Global Times melansir Suara.com, ada seseorang dari Provinsi Yunnan meninggal ketika dalam perjalanan pukang ke Provinsi Shandong.
Ia berangkat bekerja dengan bus sewaan pada Senin (20/3/2020), lalu dites positif terinfeksi hantavirus. Kini, 32 orang lainnya di dalam bus juga ikut dites.
A person from Yunnan Province died while on his way back to Shandong Province for work on a chartered bus on Monday. He was tested positive for #hantavirus. Other 32 people on bus were tested. pic.twitter.com/SXzBpWmHvW
— Global Times (@globaltimesnews) March 24, 2020
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) hantavirus adalah keluarga virus yang menyebar terutama oleh tikus. Virus ini dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia.
Infeksi dengan hantavirus apapun dapat menghasilkan penyakit hantavirus pada manusia. Hantavirus di Amerika dikenal sebagai hantavirus "New Word” dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS).
Hantavirus lainnya, yang dikenal sebagai hantavirus Old World”, kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).
Setiap serotipe hantavirus memiliki spesies inang hewan pengerat spesifik. Virus ini disebarkan manusia melalui virus aerosol yang ditumpahkan dalam urine, tinja, dan air liur, dan dengan gigitan dari inang yang terinfeksi.
Hantavirus paling penting di Amerika Serikat yang dapat menyebabkan HPS adalah virus Sin Nombre, yang disebarkan oleh tikus rusa.
Karena sedikitnya jumlah kasus HPS, “waktu inkubasi” tidak diketahui secara positif. Namun, berdasarkan informasi yang terbatas, tampak bahwa gejala dapat berkembang antara 1 dan 8 minggu setelah terpapar urin segar, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.
Gejala awal termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu. Gejala-gejala ini bersifat universal.
Mungkin juga ada sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini.
Empat hingga 10 hari setelah fase awal penyakit, gejala HPS yang terlambat muncul. Ini termasuk batuk dan sesak napas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com, Twitter
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.