Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. /THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
Harianjogja.com, JAKARTA—Anggota Komisi X DPR Irine Yusiana Roba Putri meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mempertimbangkan berbagai skenario mitigasi wabah virus Corona (Covid-19) di lingkungan sekolah dan kampus.
Permintaan itu disampaikan agar mencegah bertambahnya warga Indonesia yang positif virus Corona dari sektor institusi pendidikan.
“Mitigasi itu bukan berarti panik. Kita sudah lama melakukan mitigasi bencana gempa bumi misalnya, hal itu juga bisa diterapkan di sekolah dan kampus untuk bencana non-alam seperti wabah corona, seperti mengganti kelas fisik dengan kelas dalam jaringan [online] atau tugas di rumah,” kata Irine Yusiana Roba Putri, Kamis (12/3/2020).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan jika wabah Covid-19 semakin meluas, Nadiem pun diminta mempersiapkan skenario seperti penutupan sementara untuk sekolah dan kampus.
Apalagi, kata Irine, sejumlah sekolah internasional di Jakarta saat ini sudah mengganti pengajaran kelas fisik dengan kelas online, seperti halnya beberapa institusi pendidikan di luar negeri.
“Saya meminta Menteri Pendidikan untuk mulai mengomunikasikan skenario mitigasi seperti itu. Saya percaya sebagai inovator, Pak Nadiem bisa melakukan inovasi pendidikan seperti itu,” ujar dia.
Menurut Irine, hal yang tidak kalah penting adalah memikirkan skenario untuk sekolah dan kampus di luar Pulau Jawa, seperti di Indonesia timur yang infrastruktur teknologinya tidak sebaik di Jakarta.
Untuk daerah tersebut, Irine mengusulkan tidak harus dilakukan kelas online secara real time, tapi bisa juga dengan meminta siswa mengumpulkan tugas kepada guru melalui e-mail atau aplikasi bertukar pesan (chat) lainnya.
"Selama ini siswa dan guru sudah biasa berinteraksi lewat aplikasi chat. Ini hanya salah satu pilihan saja,” kata wakil rakyat dari Dapil Maluku Utara itu.
Menurut Irine, salah satu hal terpenting saat ini adalah mencegah penyebaran virus, supaya tidak semakin banyak yang terinfeksi virus tersebut.
“Itulah mengapa banyak negara memilih lockdown atau karantina, mengurangi acara kumpul banyak orang, dan lain-lain. Itu bukan panik, tapi langkah yang masuk akal untuk dilakukan,” kata Irine.
Usulan melakukan mitigasi bencana non-alam itu pun dipandang Irine sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang menginstruksikan jajarannya supaya memiliki mitigasi dan skenario penanganan wabah penyakit yang matang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.
AC Milan pecat Allegri usai gagal ke Liga Champions 2026. Rossoneri juga rombak manajemen setelah finis kelima Serie A.