IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267, Pasar Tunggu Reviu MSCI
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Hujan disertai petir/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA –Periode puncak musim hujan di Indonesia belum usai. Curah hujan dalam intensitas yang tinggi diperkirakan masih akan dialami oleh sejumlah wilayan di Indonesia.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan Indonesia saat ini masih dalam kondisi puncak musim hujan. Kondisi itu memungkinkan hujan yang turun bersifat ekstrem karena dua faktor, yakni curah hujan tinggi dan curah hujan berlangsung lama.
"Sekarang di Indonesia masih dalam kondisi puncak musim hujan yang sewaktu-waktu bisa saja intensitas hujannya tinggi," kata Thomas seperti dikutip dari Antara, Sabtu (22/2/2020).
Thomas menuturkan pergerakan matahari saat ini sudah mulai mendekati ke arah utara meskipun masih berada di belahan Selatan. Dengan demikian puncak pembentukan awan masih berada di selatan sehingga hujan akan terus mengguyur Indonesia.
Dia menuturkan puncak musim hujan di Indonesia berada di Januari-Februari 2020. Selain itu, keberadaaan badai tropis di bumi belahan Selatan juga mempengaruhi curah hujan yang turun.
Menurutnya, dengan kondisi ini, masyarakat harus sadar dan perlu melihat peringatan-peringatan dini yang dikeluarkan BMKG atau bisa dilihat di aplikasi LAPAN Sadewa.
"Masyarakat mestinya cukup sadar bahwa sekarang kondisi musim hujan ada saat-saat tertentu ekstrem. Kondisi ekstrem bisa dua yakni pertama, bisa curah hujannya tinggi atau kedua, curah hujan berlangsung lama. Dua-duanya akan berpotensi memberikan curahan hujan yang cukup intensif," ujarnya.
Masalah yang dihadapi sekarang adalah daya dukung lingkungan. Dengan daya dukung lingkungan menurun, maka dengan curah hujan yang kadang-kadang tidak terlalu ekstrim pun, itu bisa menimbulkan genangan apalagi dalam kondisi ekstrem.
Dia berharap masyarakat tetap siaga terhadap musim hujan saat ini dan memperhatikan kelestarian lingkungan serta daya dukung lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia aman hingga akhir 2026 meski konflik global memengaruhi harga energi.