Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. /THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
Harianjogja.com, DEPOK - Perwakilan World Health Organization (WHO) untuk Indonesia, Paranietharan mengakui pemerintah Indonesia telah melakukan persiapan yang mumpuni sehingga kasus virus Corona tidak ditemukan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Paranietharan saat berada di Kampus Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, pada Selasa (11/2/2020). "Indonesia terbukti sudah siap merespons [virus Corona] sejak awal, dan bersyukur sampai sekarang di Indonesia belum ada kasus," katanya.
Selain itu, kemampuan kapasitas medis di Indonesia diakui WHO memiliki kesigapan dalam mendeteksi virus yang disebut-sebut berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.
Lebih jauh, hingga saat ini, WHO masih berfokus pada penanganan wabah virus Corona yang angkanya terus bertambah setiap waktu. Kekinian, virus tersebut dikabarkan sudah menyebar di 26 negara. Bahkan, dia menyebut jumlah orang yang terjangkit virus tersebut sudah menembus angka 1.018 jiwa.
Maka dari itu, WHO meminta kepada seluruh negara di dunia harus siap merespons dan melakukan edukasi kepada warganya agar virus Corona tidak lagi menyebar ke masyarakat.
"Kami memiliki perhatian lebih pada kasus virus Corona yang angkanya terus bertambah, dan kami berharap agar vaksin serta obat anti virusnya bisa segera ditemukan," katanya.
Untuk diketahui, sebelumnya ilmuwan dari Universitas Harvard menyatakan seharusnya virus Corona (2019-nCoV) sudah ditemukan atau menyebar ke Indonesia. Meski demikian, penting diingat bahwa penelitian yang terbit di jurnal medRxiv pada Rabu (5/2/2020) itu belum ditinjau atau dievaluasi oleh para ilmuwan lain.
Biasanya dalam proses yang disebut peer-review akan ditemukan kelemahan dalam sebuah penelitian. Studi ini meneliti tentang kemungkinan atau potensi menyebarnya virus Corona ke negara lain di dunia, berdasarkan jumlah perjalanan atau penerbangan dari Wuhan ke negara tersebut.
Hasil analisis dalam penelitian itu, misalnya dengan cukup tepat memprediksi jumlah kasus virus Corona di Vietnam dan Singapura. Sementara di Thailand dan Kamboja, menurut para ilmuwan itu seperti dilansir The Guardian, jumlah kasus infeksi virus Corona seharusnya lebih besar dari yang saat ini dilaporkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Sebanyak 108 posyandu di Bantul belum memenuhi indikator Posyandu Siklus Hidup Aktif. Dinkes Bantul menargetkan seluruh posyandu memenuhi standar layanan.
Badai cedera landa Swiss! Top skor Johan Manzambi dipastikan absen lawan Argentina di perempat final Piala Dunia.
Veda Ega Pratama memburu kebangkitan di Moto3 Jerman 2026 setelah gagal finis di Assen. Sachsenring menjadi sirkuit yang menyimpan kenangan manis bagi rider asa
Pemda DIY menyatakan belum menerima arahan resmi terkait pengurangan SPPG maupun perubahan penerima Program Makan Bergizi Gratis. Program MBG tetap berjalan.
Simak rekomendasi laptop kuliah 2026 dengan harga Rp4 juta hingga Rp8 juta. Cocok untuk tugas, kelas online, presentasi, hingga kebutuhan multitasking mahasiswa