Penelitian UI Ungkap Lumut Epifit Efektif Jadi Bioindikator Lingkungan
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
Ilustrasi hoaks./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Mulai maraknya peredaran informasi palsu atau hoaks di media sosial soal virus Corona di Indonesia membuat Polri melakukan patroli siber di dunia maya.
"Dit Tipid Siber Bareskrim Polri terus melakukan patroli siber terhadap segala postingan di dunia maya dan melakukan penyelidikan secara online atau covert online investigation terkait isu tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).
Selain itu, Argo mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu yang beredar tentang virus Korona. Khalayak diminta menyerap informasi dari sumber yang terpercaya. "Dan hanya mengacu pada sumber-sumber yang memiliki kompetensi dan otoritas mengenai persoalan itu, yakni jajaran Kementerian Kesehatan," ujar Argo.
Di sisi lain, Argo menekankan, Polri selalu berkoordinasi dengan Kemenkes dan akan mendukung serta mengamankan langkah-langkah yang dilakukan jajaran Kemenkes. "Di setiap tingkatan dalam mengantisipasi dan mencegah kemungkinan penyebaran virus Corona di Indonesia," tutup Argo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.