SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Raja Keraton Sejagat/ist
Harianjogja.com, SEMARANG--Jogja disebut pernah jadi target aksi dugaan penipuan yang dilakukan raja Keraton Agung Sejagat.
Polisi mengungkap Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso,42, yang memilih Purworejo, Jawa Tengah, sebagai lokasi mendirikan \'kerajaan\' setelah gagal beraksi di Yogyakarta. Namun, dari pengakuannya, ia mendapat bisikan gaib berupa wangsit.
"Betul, infonya pernah di Yogya ditolak warga, makanya dia masuk Jawa Tengah, ditolak juga," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/1/2020).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom-jaringan Harianjogja.com, Toto pernah mengaku sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara dalam organisasi Jogja Development Committee (DEC) pada 2016. Jogja DEC menjanjikan kesejahteraan finansial bagi para pengikutnya.
Namun saat itu keberadaan Jogja DEC tidak terdaftar sebagai sebuah organisasi resmi di kantor Kesbang Kota Yogyakarta. Polisi saat itu juga memantau aktivitas Jogja DEC tersebut.
Keraton Agung Sejagat di Purworejo ternyata tidak jauh beda dengan Jogja DEC. Dalam keraton itu, Toto menjanjikan jabatan serta gaji tinggi dalam dolar. Namun anggota yang mendaftar harus menyetor uang.
Toto dan \'permaisuri\'-nya bernama Fanni Aminadia ditangkap polisi dengan dugaan penipuan dan penyebaran berita bohong.
Dalam keterangannya saat jumpa pers, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengungkap isi wangsit Toto. "(Isi wangsitnya) yang untuk segera mendirikan kelanjutan daripada Kerajaan Mataram, pusatnya di Kecamatan Bayan, Purworejo," kata Rycko.
"Kemudian tempat tinggalnya, tersangka ini KTP-nya di Ancol, Jakarta Utara. Sedangkan yang diakui sebagai permaisuri bukan istrinya, di Kalibata, Jakarta Selatan," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.