Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
/Ilustrasi
Harianjogja.com, DENPASAR— Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Polri berhasil menangkap dua orang terduga teroris di Bali.
Kepala Bidang Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengatakan, keduanya ditangkap di wilayah Denpasar pada Kamis 10 Oktober 2019.
Dua orang tersebut berinisial AT dan ZAI yang masih merupakan kerabat dekat. "Benar ditangkap," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (12/10/2019).
Hengky menambahkan, saat ini tim Densus 88 bersama tim dari Counter Transnational and Organize Crime (CTOC) Polda Bali masih terus melakukan pendalaman terhadap dua terduga teroris tersebut karena diduga berafiliasi dengan jaringan Abu Bakar Al Baghdadi.
Namun, Hengky memastikan penangkapan keduanya tidak memiliki keterkaitan dengan pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah (Abu Rara) yang terjadi di Pandeglang, Banten tiga hari yang lalu.
"Untuk pemeriksaan awal dipastikan tidak terkait dengan aksi yang di Pandeglang," tutupnya.
Informasi penangkapan dua orang terduga teroris di Bali disampaikan langsung oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat menggelar press conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). Menurutnya, Di keduanya ditangkap karena diduga sudah mempersiapkan amaliyah di wilayah Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.