Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Konferensi pers progres penanganan kasus impor limbah ilegal, Kamis (3/10/2019). KLHK menetapkan dua orang WNA asal Singapura sebagai tersangka./Bisnis-Desyinta Nuraini
Harianjogja.com, JAKARTA — Penyidik Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang mendalami dugaan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Kawasan Berikat PT Advance Recycle Technology (ART) di Cikupa, Tangerang. Limbah beracun itu dikelola oleh seorang berinisial LSW, warga negara asing (WNA) asal Singapura.
Adapun LSW saat ini telah ditetapkan tersangka pengimpor 87 kontainer limbah berupa skrap plastik yang terkontaminasi limbah B3 dari sejumlah negara ke Indonesia tanpa izin.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa dalam penyidikan lanjutan ini, LSW sebagai Direktur PT AST mengelola limbah tanpa izin sebanyak 580 ton yang dikemas dalam jumbo bag dan diduga berupa limbah berupa zinc oxide, slag Sn, zinc catalyst, zinc nickel compound, dan batu Cu.
"Waktu tim kami datang ke lapangan menemukan jumbo bag berisikan diduga limbah mengandung B3. Kurang lebih 580 ton di lokasi tersebut, ini kami dalami. Ada kepemilikan PT lain, tapi direkturnya sama [LSW]," ujarnya di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Rasio menduga limbah berbahaya dan beracun itu berasal dari dalam negeri. Saat tim Gakkum KLHK datang, limbah-limbah tersebut sudah mulai dipindahkan, namun dengan cepat timnya menyegel limbah di PT ART tersebut.
"Apabila terbukti [mengelola limbah B3], maka pelaku akan dikenakan ancaman pidana lainnya, yaitu setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin dipidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar," tegasnya.
Dari pengakuan LSW, limbah yang ditemukan 580 ton maupun 87 kontainer tanpa izin itu nantinya akan dibersihkan dan kemudian dilakukan pencacahan. Lalu limbah tersebut akan dijadikan bijih plastik untuk diekspor.
Saat ini, belum diketahui kemana limbah berbahaya itu akan diekspor dan berapa nilainya. Namun yang pasti, perusahaan tersebut baru beroperasi dan dalam tahap pengumpulan bahan baku.
Sementara itu, KLHK, tengah mengambil sampel di sekitar lingkungan kawasan berikat tersebut. Hal ini untuk mengetahui secara pasti apakah lingkungan di wilayah tersebut turut tercemar limbah B3.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.