PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Minuman keras (miras). /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SIDOARJO - Omset produksi minuman keras jenis arak yang dibuat oleh industri rumahan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai Rp50 juta setiap bulannya. Hal itu diungkap oleh Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur.
Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Zain Dwi Nugroho di Sidoarjo, Selasa mengatakan, nilai tersebut didapatkan dari pengakuan tersangka yang mengatakan kalau untuk setiap satu botol minuman keras yang diproduksi dijual Rp20.000.
"Dari pembongkaran kasus ini terungkap kalau hasil produksi minuman keras jenis arak tersebut mencapai Rp50 juta per bulan," katanya.
Ia mengatakan, hasil produksi minuman keras itu dijual ke beberapa kabupaten/kota di Sidoarjo. di antaranya di Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan juga Surabaya.
"Pekerjanya hanya dua orang dengan tujuan untuk mengelabuhi masyarakat kalau di tempat itu digunakan sebagai industri rumahan pembuatan minuman keras jenis arak," katanya.
Ia menjelaskan, waktu pendistribusiannya juga dilakukan pada malam dan pagi hari, supaya masyarakat tidak curiga.
"Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat supaya melaporkan kepada petugas kepolisian setempat jika mengetahui ada hal-hal yang mencurigakan," katanya.
Sebelumnya, petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo Jawa Timur membekuk dua orang yang diduga memproduksi minuman keras jenis arak secara ilegal, karena cukup meresahkan masyarakat.
Kapolresta Sidoarjo saat dikonfirmasi mengatakan, dua orang yang berhasil dibekuk masing-masing berinisial NS dan PM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.