60 Pelajar Ikuti Inkubasi Saka Wirausaha DIY, Seleksi Berlanjut
Diskop UKM DIY membuka Inkubasi Saka Wirausaha Tahun Ketiga yang diikuti 60 peserta untuk membentuk mental dan bisnis wirausaha berkelanjutan.
Ilustrasi buah-buahan yang dijual di salah satu minimarket. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bekerja sama dengan Badan Karantina Pertanian menggunakan teknologi iradiasi pangan untuk memperpanjang daya tahan buah-buahan yang akan diekspor.
"Buah-buahan yang ekspor ke Australia itu mangga gincu dan buah naga, itu harus Oktober 2019 bisa masuk, mulai perdana ekspor," kata Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Batan Totti Tjiptosumirat, Senin (9/9/2019).
Buah mangga Indonesia harus melalui tahapan karantina untuk mengeliminasi hama Sternochetus frigidus, yang persebarannya dicegah di seluruh dunia, supaya bisa menembus pasar global.
Penyinaran (iradiasi) buah mangga dengan dosis kurang dari 0,5 kGy akan mengeliminasi hama yang ada pada buah tanpa merusak kualitas dan mengubah rasa buah. Mangga yang sudah diiradiasi juga tetap aman dikonsumsi.
Totti menjelaskan bahwa dalam satu kali ekspor dalam jangka satu bulan ada sampai delapan ton mangga gincu yang masuk ke karantina.
"Dia [buah-buahan] harus masuk ke karantina, nanti karantina yang mengarahkan ke Batan. Batan integrated [terintegrasi] ke karantina," ujarnya.
"Kita kerja sama dengan Badan Karantina untuk ekspor buah-buahan ke luar negeri," Totti menambahkan.
Totti menjelaskan, iradiasi pangan bermanfaat juga bisa meningkatkan umur makanan segar maupun makanan dalam kemasan seperti rendang, bandeng presto, dan semur yang akan dikirim ke luar negeri.
Iradiasi dapat memperpanjang masa simpan makanan dalam kemasan sehingga makanan tetap aman dikonsumsi sampai jangka waktu lama setelah menempuh perjalanan sekitar sepekan atau lebih dalam proses pengiriman ke luar negeri.
"Kalau seandainya kontainernya besar, maka lama di kapal paling cepat seminggu. Nanti makanannya yang mau diekspor ke Amerika Serikat itu sudah habis waktunya seminggu, kalau makanan tahan hanya dua minggu, sudah sampai waktu konsumsi pendek. Dengan iradiasi, (waktu ketahanannya) bisa ditambah sampai tiga bulan atau satu setengah tahun," ujarnya.
Di Indonesia, menurut Totti, saat ini baru ada dua iradiator komersial, satu milik Batan dan satu lagi milik swasta di Cibitung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Diskop UKM DIY membuka Inkubasi Saka Wirausaha Tahun Ketiga yang diikuti 60 peserta untuk membentuk mental dan bisnis wirausaha berkelanjutan.
PSIM Jogja tidak memasang target tinggi di Super League 2026/2027. Manajemen berharap Laskar Mataram mampu menembus 10 besar secara bertahap.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.