Intelijen AS Sebut China Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, BURKINA FASO—Serangan terhadap konvoi dan truk transportasi di Burkina Faso menewaskan sedikitnya 29 orang tewas di bagian utara negara tersebut, yang bergejolak, pada Minggu (8/9/2019).
Dikutip Antara, seorang teroris menyerang konvoi makanan hingga menewaskan 14 warga sipil. Sementara itu, serangan terhadap truk transportasi dengan alat peledak di Provinsi Sanmatenga menewaskan 15 orang dan melukai enam orang lainnya, katanya dalam pernyataan terpisah.
"Drama ini berlangsung ketika upaya keamanan sedang dilakukan di kawasan ini," katanya. "Bala bantuan militer telah diterjunkan."
Burkina Faso, yang pernah menjadi kantong wilayah yang relatif damai di Sahel, menghadapi pemberontakan dalam negeri selama tiga tahun terakhir, yang diperparah dengan limpahan kekerasan garis keras dan kriminalitas dari negara tetangga berkonflik, Mali.
Kekerasan terbaru itu terjadi setelah serangan kelompok bersenjata pada Agustus, yang menewaskan 24 tentara, yang paling mematikan di negara Afrika Barat yang memerangi garis keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Orang tua korban Little Aresha Daycare meminta Presiden Prabowo mengawal penanganan kasus dan mendorong pengusutan pihak struktural.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.
Polri memutasi 146 perwira tinggi dan menengah. Brigjen Pol. Untung Widyatmoko ditunjuk sebagai Kadivhubinter Polri yang baru.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan Texsi Miki Fijay