Google Hapus Aplikasi Chrome pada 2028, Ini yang Perlu Diketahui
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Teknisi Unit Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN merawat trafo di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah kabar yang menyebutkan padamnya listrik di sebagian besar besar wilayah pulau Jawa pada 4 Agustus 2019 disebabkan gempa bumi Banten berkekuatan magnitudo 6,9.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Muhammad Sadly M.Eng. menegaskan gangguan listrik tidam berkaitan dengan terjadinya gempa besar tersebut.
Berikut penjelasan resmi mereka terkait bantahan tersebut :
1. Padamnya listrik yang terjadi tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa bumi Banten M 6,9. Jika kita memperhatikan waktu terjadinya gempa Banten pada hari Jumat 2 Agustus 2019 pukul 19. 03 WIB dan pemadaman listrik terjadi pada hari Minggu 4 Agustus 2019 pukul 11.45 WIB maka rentang waktu kedua kejadian tersebut terpaut waktu yang cukup lama. Jika padamnya listrik akibat gempa maka seharusnya listrik padam sejak Jumat malam setelah pukul 19.03 WIB.
2. Jika memperhatikan peta tingkat guncangan gempa bumi (shake map) gempa Banten maka dampak guncangan terbesar terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam skala intensitas III-IV MMI artinya getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu, hingga jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Dampak gempa semacam ini belum mampu menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan yang kuat. Apalagi jarak antara episenter dan lokasi PLTU Suralaya sejauh 211 kilometer sehingga percepatan getaran tanah di Suralaya nilainya sangat kecil dan tidak memungkinkan terjadinya kerusakan.
3. Menurut press rilis resmi PT. PLN Persero, padamnya listrik di wilayah Jakarta disebabkan oleh ganguan pada gas turbin 1 sampai 6 di Suralaya. Selain itu gangguan juga terjadi di pembangkit listrik tenaga gas turbin Cilegon.
Gangguan ini menyebabkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman. Terkait pemadaman listrik lainnya termasuk Jawa Barat karena gangguan transmisi sutet 500 kV. Berdasarkan pres rilis ini menunjukkan bahwa padamnya listrik massal di beberapa daerah tidak diakibatkan oleh peristiwa gempa bumi.
Demikian tanggapan ini kami sampaikan, terimakasih atas perhatiannya dan mohon maklum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Menpar Widiyanti kenalkan potensi wisata yacht Indonesia kepada investor asing, dari Raja Ampat hingga pasar yacht yang ditargetkan tumbuh.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan