Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, GUNUNG MAS- Pejabat PSSI Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah diketahui mengambil pasir bersama rekannya sebelum ditemukan tewas mengenaskan di timbunan pasir.
Seorang pengusaha bernama Ruslan Effendi yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, ditemukan tak bernyawa di tumpukan pasir di sekitar wilayah Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Sabtu (3/8/2019).
Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliadin melalui Kapolsek Kahayan Hulu Utara Iptu Untung Basuki mengakui pihak mendapat laporan dari istri Ruslan yang kehilangan suaminya pada Jumat (2/8/2019) malam.
"Kami mendapat laporan sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah mendapat laporan pengaduan dari istrinya, kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara, yang diduga tempat pengambilan galian pasir," katanya, Sabtu (3/8/2018).
Menurut dia, Ruslan merupakan rekanan kerja dari perusahaan besar swasta di wilayah setempat, yakni PT Kahayan Agro Plantation (KAP). Ruslan berada di wilayah Kecamatan Kahayan Hulu Utara untuk mengambil pasir bersama dua orang pekerja.
Di TKP, ditemukan bercak darah di pasir, sehingga diduga terjadi tindak pidana. Pencarian dibantu oleh karyawan PBS yang menjadi rekanan dari Ruslan, namun hingga pagi hari pencarian belum membuahkan hasil.
Sempat beristirahat sebentar, pencarian kembali dilakukan dan ditemukan barang bukti yakni gagang cangkul yang ada darah. Dua hal itu, yakni gagang cangkul dan pasir yang terdapat bercak darah, menjadi petunjuk dalam pencarian.
"Pencarian dilakukan di sekitar 500 meter persegi, dan ditemukan gundukan pasir yang tidak wajar di sekitar sungai. Saat digali, ditemukan jenazah Ruslan. Jenazah segera kami amankan dan dilakukan identifikasi, serta dilakukan forensik di RSUD Kuala Kurun," bebernya.
Untuk pelaku, lanjut dia, sementara masih dalam lidik dimana tim masih bekerja di lapangan, dengan dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Gumas. Pihaknya juga masih menunggu hasil forensik dari dokter, terkait penyebab meninggalnya Ruslan.
Secara kasat mata, sambungnya, memang ada tanda kekerasan di bagian tubuh kepala ke atas. Namun pihaknya masih menuggu tunggu forensik, terkait penyebab meninggalnya Ruslan.
"Untuk barang bukti akan kita lanjutkan lagi pencarian, sementara yang diamankan adalah potongan kayu yang diduga gagang cangkul, sandal jepit terlapor dan karpet kecil yang berlumuran darah. Sementara itu," demikian Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.