Myanmar Berlakukan Hukuman Mati bagi Pelaku Perekrutan Online Scam
Myanmar mengesahkan UU anti-penipuan daring dengan ancaman hukuman mati. Jawa Barat tercatat menjadi provinsi dengan laporan scam tertinggi di Indonesia.
Eks Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan./Suara.com-Nikolaus Tolen
Harianjogja.com, JAKARTA-- Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, menganggap sosok Komjen Pol Mochamad Iriawan bisa membawa organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) lebih dekat dengan institusi kepolisian.
"Pak Iwan Bule [sapaan karib Mochamad Iriawan] dari pihak Polri tentu nanti urusan perizinan PSSI, baik itu di pusat dan daerah dengan pihak kepolisian tentu sudah koordinasi dan sudah lebih baik," katanya.
Pernyataan tersebut dikemukakan Julius menjawab pertanyaan wartawan terkait sosok ideal Ketua Umum PSSI periode 2020-2024 usai mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/7/2019).
Menurut Julius sejumlah klub sepakbola nasional di Indonesia saat ini sedang mengalami kendala dalam menempuh proses perizinan keamanan dalam pemanfaatan venue kejuaraan. Julius menyebut keterlibatan Iriawan dalam tubuh PSSI bisa membawa hal positif bagi para pengurus klub sepakbola dalam meringankan proses perizinan yang melibatkan institusi Polri.
"Jadi nanti, kalau orang-orang kepolisian ikut dalam jajaran kepengurusan PSSI jangan hanya Pak Iwan Bule saja, tapi orang-orang dalam jajaran kepolisian harus ikut membantu, sehingga yang namanya pengaturan skor, pengaturan pertandingan dan mafia sana, mafia sini, tentu akan dihapus," ujarnya.
Julius mengatakan sejumlah voter telah menjalani pertemuan dengan Iriawan beberapa waktu lalu untuk dengar pendapat terkait visi misi dan niat Iriawan dalam memajukan persepakbolaan Indonesia. "Tentunya kita harus dukung untuk perbaikan sepakbola kita," katanya.
Di lokasi yang sama, Presiden klub Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, mengaku belum mengenal sosok Iriawan. "Secara pribadi saya belum pernah berjumpa Pak Iriawan. Saya belum bisa menilai bagaimana," katanya.
Nabil mengaku perlu melihat calon Ketum PSSI yang lain agar dapat mengukur kapasitasnya dalam kepemimpinan. "Siapa saja calonnya, kami akan pelajari seperti apa. Menurut saya, sosok ideal Ketum PSSI adalah orang yang sangat peduli dengan timnas dan sepakbola Indonesia," katanya.
Nabil juga berpendapat, calon pemimpin PSSI harus memiliki kapasitas untuk bersinergi dengan pemerintah. "Kita harus bersinergi dengan pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Myanmar mengesahkan UU anti-penipuan daring dengan ancaman hukuman mati. Jawa Barat tercatat menjadi provinsi dengan laporan scam tertinggi di Indonesia.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.