Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Ilegal
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dalam press briefing di Jakarta, Kamis (18/7/2019). /ANTARA-Yashinta Difa
Harianjogja.com, JAKARTA-- Dewan Kota Oxford, Inggris menyerahkan penghargaan kepada anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda. Pelaksana tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyebut pemberian penghargaan tersebut bukan sesuatu yang luar biasa.
“Kalau kita bisa perbandingkan mungkin seperti [pemberian penghargaan] dari pemerintah kota di Depok atau di kota-kota lainnya, dengan demikian sebenarnya maknanya tidak besar,” kata Faizasyah dalam press briefing di Jakarta, Kamis (18/7/2019).
Meskipun maknanya tidak besar, penghargaan Oxford Freedom of the City Award yang diterima Benny Wenda pada 17 Juli 2019 menjadi persoalan karena diberikan kepada seorang pegiat separatisme yang telah mengganggu ketertiban publik di Papua.
Menurut Faizasyah, rencana pemberian penghargaan kepada Benny Wenda telah diketahui pemerintah Indonesia sejak tahun lalu.
Pemerintah Indonesia pun telah menyampaikan keberatan baik kepada Pemerintah Kota Oxford maupun Pemerintah Inggris terkait rencana tersebut, karena tidak didasarkan pada pemahaman yang utuh mengenai perkembangan dan pembangunan di Papua yang berlangsung hingga saat ini ataupun atas sepak terjang Benny Wenda.
Benny Wenda, yang meninggalkan Indonesia pada akhir 90an dan menetap di Inggris hingga saat ini, disebut telah terputus dengan realitas yang ada di Papua.
Ia dinilai tidak mengetahui berbagai upaya pemerintah untuk membangun Papua, termasuk melalui pemekaran dan status otonomi khusus yang diberikan.
“Dengan demikian, kondisi nyata di Papua kini berbeda dan telah berubah dengan apa yang digiatkannya dari tempat yang dia tinggali dengan nyamannya di luar Indonesia, di Kota Oxford,” tutur Faizasyah.
Kemlu RI juga telah menyampaikan mengenai keterlibatan Benny Wenda dalam sejumlah aksi demonstrasi, termasuk penyerangan Mapolsekta Abepura pada 2000 yang mengakibatkan korban jiwa---sebagai bahan pertimbangan Dewan Kota Oxford sebelum memberikan penghargaan.
Namun, dalam praktiknya Dewan Kota Oxford memiliki pendekatan yang berbeda dalam melihat isu ini dan memutuskan memberi predikat “juru kampanye damai untuk demokrasi” kepada Benny Wenda.
Lebih lanjut Faizasyah menuturkan bahwa pemberian penghargaan kepada Benny Wenda tidak mencerminkan posisi kebijakan Inggris.
Dalam keterangan tertulisnya, Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan dukungannya terhadap integritas territorial Indonesia dan mengakui Papua sebagai bagian NKRI.
“Kami ingin masyarakat Indonesia, khususnya saudara-saudara kita di Papua, untuk tidak terpancing dan melihat ini sebagai satu dukungan internasional dalam upaya separatisme yang dilakukan Benny Wenda dan kelompok kriminal bersenjatanya,” tutur Faizasyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.