Tinggal 372 Orang Tersisa dalam Perebutan 250 Kursi Taruna Akpol Semarang

Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra Selasa, 09 Juli 2019 12:47 WIB
Tinggal 372 Orang Tersisa dalam Perebutan 250 Kursi Taruna Akpol Semarang

Ilustrasi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. (penerimaan.polri.go.id.)

Harianjogja.com, SEMARANG –  Masih ada 372 orang yang bersaing dalam seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2019 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Mereka akan bersaing guna memperebutkan jatah 250 kursi yang disediakan pada tahun ini.

Proses seleksi taruna Akpol 2019 saat ini telah melewati tahap pertama. Tahap pertama, yakni tes kesehatan dijalani para calon taruna, Senin (8/7/2019).

Ada 10 calon taruna yang dicoret atau gagal melewati tes tahap pertama itu. “Dari 382 calon taruna yang mengikuti seleksi, 10 orang di antaranya gugur di pemulangan tahap pertama ini,” ujar Kepala Biro Pengendali Personel Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, Brigjen Pol. Sudarsono, Senin.

Sudarsono mengaku kepada calon taruna yang gagal itu akan menjelaskan secara detail terkait kondisi kesehatannya. Sehingga, para calon taruna itu bisa memperbaiki kondisi kesehatannya untuk kembali mengikuti seleksi pada tahun depan.

"Dengan demikian kalau mereka mau mencoba ikut seleksi lagi tahun depan, mereka sudah menyiapkan diri, menyembuhkan sakitnya," katanya.

Setelah menjalani tes kesehatan, lanjut Sudarsono, para calon taruna akan menjalani tes psikologi dan dilanjutkan dengan tes penelusuran minat dan kemampuan.

Pemulangan tahap kedua, lanjut Sudarsono akan digelar pada pekan depan atau Minggu (14/7/2019).

Sudarsono mengatakan dari ratusan pendaftar, Akpol hanya menyediakan 250 kursi siswa pada tahun ini. Oleh karenanya, ia pun berharap para calon taruna berusaha sebaik mungkin agar lolos dalam seleksi tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online