Prabowo-Modi Bertemu, Ini Agenda Strategisnya
Prabowo dan PM India Narendra Modi bertemu di Istana, bahas kerja sama strategis dari investasi hingga restorasi Prambanan.
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan KH Ma\'ruf Amin (kanan) didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). /ANTARA FOTO-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Teuku Taufiqulhadi menegaskan bahwa Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo tidak memerlukan koalisi gemuk dalam menjalankan roda-roda pemerintahan.
Hal ini menanggapi santernya isu partai-partai di luar pengusung dan pendukung Jokowi-Ma\'ruf Amin saat Pilpres 2019 yang hendak merapat ke koalisi pemerintahan.
"Tidak dibutuhkan koalisi gemuk," kata Taufiqulhadi saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
Taufiqulhadi memberikan sinyal bahwa partai politik yang menjadi pengusung dan pendukung Jokowi saat Pilpres 2019 sudah cukup dalam membantu menjalankan roda pemerintahan.
Menurut dia, hal yang paling terpenting adalah terbangunnya koalisi itu harus berlandaskan semangat dan satu tujuan, yakni mendukung secara penuh roda pemerintahan Jokowi-Ma\'ruf Amin.
"Tapi yang diperlukan adalah suatu koalisi yang dapat mendukung pemerintah agar stabil," ujar Taufiqulhadi.
Selain itu, lanjut dia, untuk mendapatkan koalisi seperti itu maka pandangan politik dari partai yang bergabung itu harus memiliki perspektif yang sama terhadap semua isu-isu besar.
"Dalam pemahaman kami, isu besar mendatang adalah selain dari gejolak ekonomi global akibat perang dagang, dan isu perang di Timur Tengah, juga tantangan terhadap ideologi negara RI," tutur Taufiqulhadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
BKAD Sleman mengajukan pemblokiran rekening yang dipakai dalam penipuan berkedok tagihan pajak daerah. Warga diminta hanya membayar lewat kanal resmi.
Kelurahan Wirobrajan menggencarkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar melalui sosialisasi door to door untuk menjaga trotoar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Ribuan lansia masuk daftar tunggu sekolah lansia di Kota Jogja. Tingginya minat membuat Pemkot berupaya menambah sekolah baru.
IDAI mengingatkan polusi udara dapat menurunkan fungsi paru anak. Penelitian menunjukkan 13,3% anak mengalami gangguan fungsi paru.
Disnaker Bantul mencatat 142 pekerja terkena PHK hingga Mei 2026. Kasus berasal dari sektor kesehatan, IT, manufaktur, dan perdagangan.