Wisata Jumog River Tubing Tawarkan Sensasi Arungi Sungai 800 Meter
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
Kondisi hutan di Gunung Belik Lesung, Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo, yang terbakar, Jumat (5/7/2019). (Istimewa)
Harianjogja.com, SUKOHARJO - Diduga karena ulah warga membakar sampah, hutan di Gunung Belik Lesung, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, terkabar pada Jumat (5/7/2019).
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran hutan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Kebakaran ini terjadi karena adanya warga yang membersihkan sampah dan membakarnya di lereng gunung. Lantaran embusan angin cukup kencang, api yang membakar sampah merembet hingga menyebabkan kebakaran hutan dan api sulit dijinakkan.
Api cepat membesar karena tanaman yang ada mulai mengering akibat musim kemarau. Lahan seluas satu hektare hangus dilalap si jago merah.
Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api secara manual. Selain itu sebagian warga lain melaporkan kebakaran hutan ke pemerintah desa dan ditindaklanjuti ke kecamatan dan Pemadam Kebakaran Sukoharjo.
TNI, Polri, bersama warga memadam api tersebut. Selain itu petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba di lokasi langsung memadamkannya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Margono mengatakan sesuai keterangan warga, kebakaran terjadi saat salah satu warga membakar sampah di area tersebut. Api kemudian cepat menyebar karena kencangnya tiupan angin.
Warga dengan menggunakan peralatan seadanya berusaha memadamkan api. Api bisa dipadamkan satu jam setelah beberapa unit Pemadam Kebakaran Kabupaten diturunkan ke lokasi.
Dia mengatakan memasuki musim kemarau, kasus kebakaran di Sukoharjo meningkat terutama rumah dan lahan kosong. Dia mengimbau kepada masyarakat supaya tidak membakar sampah sembarangan. Pembakaran sampah daun di area lahan kosong ketika tidak dilokalisasi akan sangat berbahaya.
"Kami tidak melarang. Tapi tolong apabila membakar daun ditunggu sampai api padam sehingga tidak merembet ke wilayah yang dimungkinkan memiliki potensi kebakaran yang lebih tinggi," kata dia.
Dia mengatakan memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran terbilang cukup tinggi. Satu hari bahkan bisa satu sampai dua lokasi kebakaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 29 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 29 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Timnas basket Indonesia mengalahkan Singapura 80-54 di Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia langsung memimpin Grup C.
BPN DIY memantau kasus dugaan mafia tanah yang menimpa keluarga almarhum Komaridin di Sleman dan telah menyerahkan warkah tanah kepada Polda DIY.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.