Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Ma\'ruf Amin/ANTARA FOTO-Rivan Awal Lingga
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan soal buta dan budeg yang dilontarkan cawapres Ma\'ruf Amien menuai kontroversi di masyarakat terutama di muncul di kalangan oposisi.
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01, Ma\'ruf Amin mengaku dirinya tak menuduh siapapun perihal soal pernyataanya yang menyebut hanya masyarakat yang buta dan budeg yang masih mempertanyakan kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Kalau ada orang yang mengingkari kenyataan, apa yang telah dilakukan oleh pak Jokowi. Kalau ya. Saya nggak nuduh siapa-siapa," ujar Ma\'ruf Amin di kediamannnya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (12/11/2018).
Ma\'ruf menjelaskan jika masih ada yang mengingkari keberhasilan Jokowi dalam hal membangun infrastruktur, sampai fasilitas kesehatan. Hal tersebut kata Ma\'ruf masuk kategori masyarakat yang tak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar atau budeg.
"Namanya kalau, ya, apa yang sudah dilakukan misalnya infrastruktur, jalan-jalan, lapangan terbang, pelabuhan, pendidikan, fasilitas kesehatan. Kalau mengingkari itu semua itu kan kayak orang buta. Nggak melihat dan kayak orang budeg," kata dia.
"Jadi yang budeg itu kalau ada orang yang tidak menerima itu atau tidak mau mengakui itu kayak orang budeg, kayak orang buta, itu saja," sambungnya.
Ma\'ruf Amin tak menuduh pihak siapapun terkait pernyataannya tersebut. Ma\'ruf juga menyebut saat ini masyarakat sudah mulai menyadari kinerja Jokowi dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Jadi saya tidak menuduh. Andai kata karena itu saya bilang sekarang orang mulai menyadari itu, karena itu tiap hari ada deklarasi. Tidak ada hari tanpa deklarasi. Di mana-mana, Bandung, Jakarta, di Banten terutama di Jawa Barat, itu deklarasi terus bergulir. Artinya orang sudah sangat memahami itu, merasakan kemaslahatan dan kemanfaatannya," paparnya.
Sebelumnya, Ma\'ruf Amin menyebut masyarakat telah merasakan dampak dari kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Masyarakat mulai paham apa yang dilakukan pak Jokowi telah memberikan manfaat, telah memberikan maslahat kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Ma\'ruf Amin di Festival Seniman Jalanan "Indonesia Bernyanyi" di Jalan Proklamasi nomor 46, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).
Ma\'ruf mengaku mendapatkan cerita dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang menyebut telah merasakan dampak kinerja Jokowi yang telah memperhatikan masyarakat Papua dan melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur.
"Saya dengar dari Gubernur Papua Barat, katanya meraka sudah merasakan [kinerja Jokowi] itu. Jika ditanya jalan ini punya siapa? punya pak Jokowi, dana desa ini punya siapa? punya pak Jokowi, karena pak Jokowi lah pembangunan di daerah ini maju," ujar Ma\'ruf.
Ma\'ruf Amin pun mengisyaratkan masyarakat seperti tak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, yang masih mempertanyakan kinerja Jokowi.
"Hanya yang matanya buta, hanya yang telinganya budeg yang tidak melihat dan mendengar tentang [kinerja Jokowi] ini. Makanya harus dibukakan matanya, harus dilubangi telinganya," ujar Ma\'ruf lagi.
Karena itu, dengan diadakan Festival Seniman Jalanan, Ma\'ruf Amin mengajak para musisi jalanan untuk membuat lagu-lagu tentang kinerja Jokowi.
"Kami berdoa dari nyanyian inilah dapat membukakan mata dan melubangi telinga yang budeg-budeg itu," tutup Ma\'ruf Amin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Erupsi GAK menutup delapan bandara. Menhub memastikan penumpang mendapat refund 100 persen atau reschedule penerbangan.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.