Cerita Haru Petugas SAR Insiden Lion Air, Hendra : Pilih Cari Korban ke Tengah Laut Daripada Hadapi Keluarga yang Berduka

Tim SAR gabungan membawa temuan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2018). Temuan tersebut terdiri dari 25 "body part" dan tiga properti yang akan dikirim ke Kapal Basudewa untuk diidentifikasi di RS Polri Keramat Jati. - Antara Foto/M Ibnu Chazar
08 November 2018 22:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengalaman petugas SAR menghadapi kesedihan keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawnag, Jawa Barat sungguh mengharukan.

Suasana posko evakuasi korban pesawat Lion Air PK-LQP di Tanjung Priok terlihat sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sisa tiga hari masa pencarian, Basarnas tidak lagi melibatkan tim yang banyak karena penemuan jenazah korban relatif menurun.

Saat Matahari mau terbenam tiba-tiba, ada keluarga korban atas nama Dewi Lestari datang ke posko menanyakan barang-barang milik suaminya, Rudi Lumbantoruan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610.

Kepala Kantor SAR DKI Jakarta Hendra Sudirman yang kebetulan berada dalam posko itu terpaksa melayani keluarga. Ini pengalaman pertama bagi Hendra berinteraksi langsung dengan pihak keluarga.

"Baru kali ini, biasanya saya enggak mau nerima, saya enggak tega," kata Hendra di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/11/2018).

Seandainya ada pilihan, Hendra lebih memelih ke tengah laut mencari korban sekalipun kondisinya mengenaskan, dibandingkan harus menjawab pertanyaan kelurga tentang kondisi korban.

Saat itu, Hendra merasa serba salah, kalau tidak menjawab takut dikira tidak menghormati orang yang sedang berduka. Sebaliknya, ia tidak tega apabila menjawab tentang kondisi korban dengan jujur.

"Saya mau jawab apa, karena tadi tanya 'Pak ada enggak kemungkinan badannya utuh'. Saya mau jawab apa, saya juga diam saja enggak ngejawab," kata Hendra.

Sementara itu, Dewi mengaku sempat melihat dokumen milik suaminya di media sosial. Ia pergi ke Posko Evakuasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk memastikan apakah masih ada sisa-sisa barang suaminya yang dikumpulkan Basarnas.

Dewi pulang dengan rasa kecewa, karena tenyata posko itu sudah bersih, semua barang milik korban sudah diangkut oleh tim DVI dan KNKT untuk dijadikan bahan penyelidikan penyebab kecelakaan Lion Air tersebut.

"Saya mau nanya, apakah ada barang-barangnya, itu aja," kata Dewi.

Selama ini Dewi mengaku tinggal di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur menunggu jenazah suaminya yang kini masih identifikasi identifikasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sumber : Okezone.com