Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Pengamat menilai, dukungan politik oleh partai pada pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berpotensi hanya basa basi politik.
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terancam mendapat dukungan semu dari partai politik pengusungnya, kata pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam.
"Dukungan politik ke pasangan ini berpotensi dihantui oleh dukungan semu alias basa-basi politik saja," kata Umam pada satu diskusi politik di Jakarta, Kamis (1/11/2018).
Menurut Umam, partai-partai di luar Gerindra cukup sadar bahwa mereka tidak akan mendapat "coat tail effect" dari pasangan Prabowo-Sandi dalam pemilu legislatif nanti karena baik Prabowo maupun Sandi berasal dari Gerindra.
Dengan demikian, partai akan cenderung mengamankan suara mereka di pileg ketimbang harus ikut berkeringat di laga pilpres, kata doktor politik lulusan School of Political Science and International Studies, The University of Queensland, Australia, itu.
"Di lapangan, para caleg tidak akan mengambil risiko besar untuk berhadapan dengan basis massa mereka yang cenderung mendukung pasangan Jokowi-Maruf," kata Umam.
Dengan demikian, potensi fenomena "split ticket voting" atau pembelahan suara untuk pileg dan pilpres akan lebih besar terjadi di kubu Prabowo-Sandi ketimbang di kubu Jokowi-Ma\'ruf.
"Ini mungkin salah satu hal yang tidak diantisipasi oleh Prabowo dan Partai Gerindra saat dulu menentukan komposisi capres-cawapres," kata Umam yang juga peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Namun, tambah Umam, Prabowo dan Sandi yang jadi satu paket capres-cawapres akan menguntungkan Gerindra dalam pemilu legislatif.
Persoalan lain yang dihadapi Prabowo-Sandi, menurut Umam, sebagai penantang mereka belum menemukan formula politik yang ampuh untuk mendelegitimasi kredibilitas politik pemerintahan Joko Widodo di hadapan publik.
Tim Prabowo-Sandi belum mampu mengoptimalkan kemampuan analisa kritisnya untuk menemukan titik-titik lemah kebijakan petahana.
"Belum ada argumentasi \'genuine\' dan memadai yang bisa dioptimalkan untuk memobilisasi opini publik guna bersama-sama mengoreksi kebijakan pemerintahan saat ini," kata Umam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.