Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA- Setelah didera skandal hoaks kasus penganiayaan, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri sebagai Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Capres-Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Selembar kertas Ratna Sarumpaet unggah dalam akun Twitter pribadinya @RatnaSpaet pada Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Surat tersebut ditujukan untuk Prabowo-Sandiaga, Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso, seluruh anggota BPN, dan seluruh pimpinan partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.
Dalam surat itu, Ratna Sarumpaet menyatakan untuk mengundurkan diri karena kehebohan yang dirinya buat. Dirinya bertanggungjawab atas tindakannya.
"Maka sebagai pertanggungjawaban moral saya, bersama ini saya, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari Tim Pemenangan Prabowo Sandi sebagai Jurkamnas, nomor urut 42," tulis Ratna pada Kamis (3/10/2018).
Oleh karena itu Ratna Sarumpaet menyatakan bahwa dirinya sudah tidak memiliki keterlibatan dengan semua urusan yang berkaitan dengan BPN Prabowo-Sandiaga.
Meskipun begitu, Ratna Sarumpaet menegaskan bahwa dirinya tetap memperjuangkan Prabowo-Sandiaga untuk memenangkan Pilpres 2019.
"Namun tanpa keterlibatan saya di Tim pemenangan prabowo Sandi, saya akan tetap berjuang demi kemenangan prabowo Sandi untuk Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
Berikut isi surat pengunduran diri Ratna Sarumpaet dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga:
Kepada yang saya hormati: Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Salahudin Uno, Bapak Djoko Santoso dan seluruh Tim Pemenangan Prabowo Sandi. Semua pimpinan Partai Koalisi Prabowo Sandi.
Dengan hormat,
Setelah kita semua dalam dua hari terakhir, terbelenggu masalah emosional yang terjadi sebagai akibat perbuatan saya, maka sebagai pertanggungjawaban moral saya, bersama ini saya, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari Tim Pemenangan Prabowo Sandi sebagai Jurkamnas, no urut 42.
Terkait dengan hal tersebut di atas, maka sejak saat ini saya sudah tidak terlibat lagi dengan semua permasalahan yang berhubungan dengan Tim Pemenangan Prabowo Sandi.
Namun tanpa keterlibatan saya di tim pemenangan Prabowo Sandi, saya akan tetap berjuang demi kemenangan Prabowo - Sandi untuk Indonesia yang lebih baik.
Jakarta, 3 Oktober 2018
Hormat Saya,
Ratna Sarumpaet
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.