Bapemperda DPRD Jogja Targetkan 13 Raperda pada 2027
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Sandiaga Uno bertemu Ridwan Kamil. /Suara.com-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA-- Perseteruan antara bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya selesai. Sandiaga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Ridwan Kamil. Hal itu dilakukan usai keduanya saling sindir perihal kepala daerah yang terlibat kampanye Pilpres 2019.
Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil bertemu di Meanwhile Coffee, Jalan Perintis, Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018). Di sana mereka terlibat dalam sebuah percakapan hangat ditemani kopi khas Jawa Barat.
Saling sindir itu bermula dari perkataan Sandiaga Uno yang menyebut kepala daerah lebih baik fokus pada pembangunan daerah ketimbang turut andil dalam mendukung kandidat bakal capres-cawapres di Pilpres 2019.
Mendengar hal itu, Ridwan Kamil merespon dan meminta Sandiaga untuk bercermin. Karena itulah Sandiaga langsung ingin meminta maaf kepada pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
"Salah satu rule of the game saya adalah kalau ada kesalahpahaman, secepat mungkin diklarifikasi dan saya langsung minta ketemu, beliau kebetulan ada di Jakarta, ajak ngopi, ya, kita ngopi bareng," kata Sandiaga di Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).
Menurut dia, proses klarifikasi kepada Ridwan Kamil tak lebih dari satu menit. Sisanya mereka habiskan dengan obrolan untuk menyemangati satu sama lain. Dalam kesempatan itu pula, Sandiaga sempat meminta izin karena pada kampanye nanti dirinya akan sering berkunjung ke wilayah kekuasaan Ridwan Kamil.
"Jadi, sebagai pemilik wilayah saya bilang, punten mau melintas gitu. Terus dia [Ridwan Kamil] bilang nyantai saja, terus kita karena sahabat lama, kan, saling memuji, saling mendukung, saling menghormati itulah esensi tokoh muda kita," bebernya.
Keduanya sempat menyepakati untuk tidak menggembar-gemborkan pertemuan tersebut. Hal itu dikarenakan baik Ridwan Kamil maupun Sandiaga tidak ingin masalahnya dibesarkan-besarkan media.
"Kita tidak mau dipecahbelahkan oleh media, kita tidak mau bicara di media, kita bicara langsung berdua tanpa ada liputan apa-apa dan beliau sekarang menjabat, saya pernah menjabat, ya kita saling memberikan semangat gitu, simple aja," pungkasnya Sandiaga Uno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Prabowo memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan KSP dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Plt Kepala Staf Kepresidenan.
Haas dikabarkan mengakhiri kerja sama dengan Esteban Ocon. Rafael Camara disebut akan menggantikannya pada GP Sao Paulo.
Keppres pemberhentian Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan sedang diproses, kata Mensesneg Prasetyo Hadi.
Eks engineer OpenAI Abdulrahman Alfozan ditangkap FBI setelah diduga memasang alat perekam tersembunyi di ruang rapat eksekutif perusahaan.
Survei Bain 2026 mengungkap perbedaan prioritas pembeli mobil. Konsumen AS mengutamakan harga, sedangkan pembeli China mengejar teknologi.