Erwin Gutawa Hadirkan Aransemen Baru Lagu Hari Merdeka
Erwin Gutawa menggarap aransemen baru lagu Hari Merdeka dengan angklung bersama Manshur Praditya untuk HUT ke-81 RI.
Gus Miftah saat mengajak pengunjung club malam untuk bertakbir. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Dunia maya beberapa waktu belakangan dihebohkan dengan video ulama yang melakukan ceramah di klub malam.
Gus Miftah, ulama ulama tersebut tersorot karena aksi ceramahnya di sebuah klub malam di daerah Bali. Namun ternyata kegiatan itu sudah dilakoniya selama 14 tahun di berbagai lokasi termasuk Jogja dan Bali.
Ia pun memiliki jadwal tersendiri untuk memberikan dakwah ke klub dan salon plus-plus setiap 2 minggu sekali.
Gus Miftah juga mengklaim, bahwa ia murni melakukan hal tersebut karena niat dan setelah ia berceramah di klub malam, sudah banyak yang mencoba memperbaiki diri.
“Ini saya kan niatnya membantu mereka untuk lebih mengenal dengan Allah ya, kesempatan mendekatkan mereka dengan Allah kan baik. Kalau dibilang zinah mata kan tergantung niatnya," kata Gus Miftah saat dihubungi Okezone, Rabu (12/9/2018).
Diketahui, video viral tersebut sudah tersebar di platform Instagram yang mendatangkan adanya haters dan ucapan tidak setuju dengan adanya kegiatan itu.
“Boleh benci, tapi jangan menghalangi mereka yang ingin dekat dengan Allah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Erwin Gutawa menggarap aransemen baru lagu Hari Merdeka dengan angklung bersama Manshur Praditya untuk HUT ke-81 RI.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.