BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Hujan di Awal Oktober 2026
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
Sandiaga Uno dan Erick Tohir di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9/2018). /Suara.com-Yosea Arga Pramudita
Harianjogja.com, JAKARTA-Bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno mengaku tidak akan kampanya dengan gaya lama. Ia menginginkan gaya kampaye dalam Pilpres 2019 yang lebih kekinian. Menurutnya, gaya kampanye itu lebih efektif dibanding gaya lama.
"Ke depan itu campaign harus asik, ga bisa seperti zaman old. Harus dibuat seseru mungkin. Jaman sekarang campaign dengan pawai, mengumpulkan masa itu gak ada dampaknya," kata Sandiaga Uno, saat menghadiri Rapimnas Tim Pemenangan PKS Pemilu 2019, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/9/2018).
Menurut Sandiaga Uno, gaya dalam berkampanye kekinian yaitu harus lebih partisipatif dan kolaboratif. Hal tersebut agar penyampaian pesan visi dan misi lebih dapat berdampak dan tidak membosankan masyarakat.
"Yang harus kita fokuskan penyampaian lisan kita yaitu ekonomi, kesejahteraan dan kemakmuran. Setelah itu kita dialog, tidak satu arah. Seperti di Bali, anak-anak muda itu kita duduk bareng, biar mereka yang menyimpulkan. Itu kena sekali, biarkan mereka berbicara bagian dari partisipasi itu," Sandiaga menuturkan.
Ia juga mengajak tim pemenangan untuk dekat dengan masyarakat saat berkampanye. Kampanye yang efektif, kata dia, harus terjun ke lapangan mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Sederhana saja,tinggalkan hotel-hotel karena kita ingin dekat dengan masyarakat. Lebih baik di pasar-pasar atau balai-balai yang masyarakat gampang untuk mereka berkumpul. Kalau di hotel akan susah dekat dengan masyarakat, gunakan fasilitas-fasilitas yang dekat dengan rakyat," pungkas Sandiaga Uno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.