Advertisement
Prancis Prihatin Soal Situasi di Idlib, Suriah
Seorang bocah terlihat di puing-puing bangunan yang rusak di Douma, Ghouta Timur, di Damaskus, Suriah 21 Maret 2018. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, PARIS-Prancis pada Senin (3/9/2018) menyampaikan "keprihatinannya mengenai serangan besar yang mungkin dilancarkan oleh Pemerintah Suriah dan sekutunya" terhadap Provinsi Idlib di Suriah.
"Serangan semacam itu akan memiliki konsekuensi bencana. Itu akan menimbulkan bencana baru migrasi dan kemanusiaan sebab peristiwa tersebut dapat secara langsung mengancam tiga juta warga sipil yang dihitung oleh Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan di wilayah itu," kata Kementerian Luar Negeri Prancis di dalam satu pernyataan.
Advertisement
Kementerian tersebut menyeru Rusia dan Turki agar membantu melindungi warga sipil.
Idlib, yang terletak di dekat perbatasan Turki, telah dirancang sebagai zona penurunan ketegangan tempat tindakan agresi dengan tegas dilarang sebagai bagian dari proses yang sedang berlangsung di Astana, Kazakhstan.
BACA JUGA
Namun, selama dua bulan belakangan ini, daerah itu telah menjadi sasaran serangan udara sangat gencar oleh pasukan Rusia dan Pemerintah Bashar al-Assad.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian --sebagaimana dilaporkan Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang-- sebelumnya mengatakan, "Resiko serangan kimi oleh Pemerintah Suriah di Idlib tak bisa dikesampingkan." Ia menekankan Paris saat ini "sedang mengupayakan penyelesaian (bagi krisis Suriah) bersama Rusia dan Turki".
Kementerian Luar Negeri di Paris juga mengutip pernyataan Presiden Emmanuel Macron pada 27 Agustus bahwa negaranya "akan terus menetapkan garis merahnya mengenai penggunaan senjata kimia dan akan siap bertindak jika penggunaan senjata mematikan tersebut terbukti".
"Dalam setiap kasus, Prancis akan terus bergerak bersama mitranya guna memerangi kebebasan dari hukuman bagi pengguna senjata kimia dan pelaku kejahatan perang atau kejahatan terhadap manusia yang dilakukan di Suriah," kata pernyataan itu.
"Oleh karena itu, Prancis menyeru Rusia dan Turki agar memelihara penurunan kekerasan yang telah mereka jamin di wilayah ini, dengan keprihatinan utama pada melindungi warga sipil."
Kementerian tersebut mengatakan Prancis akan "melanjutkan dialog erat" dengan Rusia dan Turki "serta dengan pelaku utama lain dalam krisis Suriah, guna mewujudkan penyelesaian politik yang melibatkan semua pihak, dapat dipercaya dan berkelanjutan di Suriah."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Rotary Sediakan Drop Box Botol Plastik di Nol KM untuk Lingkungan
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Edutrip Maggot di Kampung Cokrodiningratan Jogja, Warga Olah Sampah
- 4 Kasus di Gunungkidul Selesai Kekeluargaan, Termasuk Pembuangan Bayi
- Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 25 Februari 2026
- 20 Agenda Menpora Erick, DBON hingga Dana Pensiun Atlet
- Histamin Tak Ikut Puasa: Mengelola Alergi Tanpa Mengganggu Ibadah
- Ini Durasi Tidur Ideal Setelah Olahraga Agar Otot Cepat Pulih
- Stres Saat Hamil Bisa Pengaruhi Janin, Ini Penjelasan Dokter
Advertisement
Advertisement





