Gempa Sulteng, Satu Orang Meninggal dan 312 Warga Terdampak
BNPB melaporkan satu warga meninggal akibat gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Sebanyak 312 jiwa terdampak dan puluhan bangunan mengalami kerusakan.
Ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, MATARAM-Gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat, pukul 10.37 Wita atau 09.37 WIB, namun tidak berpotensi tsunami.
Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,37 lintang selatan dan 116,06 bujur timur.
"Lokasi gempa bumi tersebut di laut pada jarak 23 kilometer (km) barat laut Mataram-NTB, pada kedalaman 10 km," Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang flores (Flores back arc thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Selat Lombok ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme kombinasi pergerakan naik-mendatar (oblique thrust fault).
Rahmat menjelaskan bahwa guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat dan Kota Mataram dalam skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), di Lombok Tengah dan Timur, Denpasar, Kuta, Karangasem II SIG-BMKG (III MMI).
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
#Gempa Mag:5.1, 31-Agu-18 09:37:15 WIB, Lok:8.37 LS, 116.06 BT (Pusat gempa berada di laut 23 km BaratLaut MATARAM-NTB), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Denpasar, III Kuta, III Karangasem, III Mataram, III Lombok Barat, IV Lombok Utara, II Lombok Tengah, II Lombok Timur #BMKG pic.twitter.com/BTY0fRMWAL
— BMKG (@infoBMKG) August 31, 2018
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB melaporkan satu warga meninggal akibat gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Sebanyak 312 jiwa terdampak dan puluhan bangunan mengalami kerusakan.
Lonjakan wisatawan sore hingga malam di Pantai Glagah dan Congot mendorong Dispar Kulonprogo memperpanjang jam operasional TPR demi mengoptimalkan PAD.
TelkomGroup dan Mitratel menanam 2.000 fragmen terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, untuk mendukung pemulihan ekosistem laut.
Harga batu bara acuan periode II Juni 2026 naik menjadi US$123,91 per ton. ESDM menyiapkan relaksasi kuota produksi menyusul kenaikan harga global.
KPK memeriksa Bendahara PBNU Mohammad Nuruzzaman sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang menjerat Yaqut Cholil Qoumas.
Sebanyak 10 bayi yang dievakuasi dari rumah di Pakem, Sleman, telah kembali ke orang tua. Satu bayi masih dalam pengasuhan sementara BRSPA.