BMKG Catat Gempa M4,7 di Pesisir Barat Lampung, Ini Dampaknya

Sunartono
Sunartono Sabtu, 25 Juli 2026 07:32 WIB
BMKG Catat Gempa M4,7 di Pesisir Barat Lampung, Ini Dampaknya

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, PESISIR BARAT—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang perairan di selatan Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Sabtu (25/7/2026) pukul 00.28 WIB. Guncangan yang terjadi saat dini hari itu dirasakan di sejumlah wilayah dan sempat mengejutkan warga yang sedang beristirahat.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 5,72 Lintang Selatan dan 103,90 Bujur Timur, sekitar 59 kilometer di selatan Pesisir Barat dengan kedalaman 31 kilometer.

"#Gempa (UPDATE) Mag:4.7, 25-Jul-26 00:28:06 WIB, Lok:5.72 LS, 103.90 BT (Pusat gempa berada di laut 59 km selatan Pesisir Barat), Kedlmn:31 Km Dirasakan (MMI) II Kota Agung, II Tanggamus, III Pesisir Barat #BMKG," demikian unggahan akun BMKG.

Getaran Terasa di Tiga Wilayah

BMKG melaporkan guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Kota Agung. Getaran yang muncul secara tiba-tiba membuat sebagian warga terbangun dari tidur.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG juga belum mengeluarkan pernyataan mengenai potensi tsunami terkait peristiwa ini.

Pesisir Barat Termasuk Kawasan Aktif Gempa

Wilayah Pesisir Barat dan Tanggamus diketahui merupakan kawasan yang kerap mengalami aktivitas seismik. Sebelumnya, pada 28 Juni 2026, daerah tersebut juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang berpusat sekitar 81 kilometer tenggara Tanggamus.

Kondisi tersebut menunjukkan kawasan pesisir barat Pulau Sumatra masih menjadi wilayah yang aktif secara tektonik sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

BMKG Imbau Warga Tidak Terpengaruh Isu

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali memasuki rumah setelah terjadi guncangan.

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan, masyarakat disarankan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, serta kebutuhan darurat lainnya.

Selain itu, setiap keluarga diimbau mengenali jalur evakuasi di lingkungan sekitar dan terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online