Indonesia dan Afsel Perkuat Kerja Sama Budaya Lewat Sheikh Yusuf

Newswire
Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 08:07 WIB
Indonesia dan Afsel Perkuat Kerja Sama Budaya Lewat Sheikh Yusuf

Indonesia dan Afrika Selatan memperkuat kerja sama budaya melalui pelestarian warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari dan rencana Cultural House di Cape Town. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan (Afsel) sepakat memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui pelestarian warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Kesepakatan itu dibahas Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat bertemu dengan Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Jumat (7/8/2026).

Fadli mengatakan hubungan Indonesia dan Afrika Selatan memiliki akar sejarah yang panjang. Menurut dia, kedekatan kedua negara tidak hanya terbentuk melalui hubungan diplomatik, tetapi juga melalui sejarah dan hubungan antarmasyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.

“Indonesia sangat menghargai persahabatan yang erat dengan Afrika Selatan. Kita adalah dua negara yang memiliki komitmen terhadap keadilan dan keberagaman, serta meyakini bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara,” kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

400 Tahun Sheikh Yusuf Jadi Momentum

Fadli menilai warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari menjadi salah satu simbol penting hubungan historis Indonesia dengan Afrika Selatan. Peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf pada 2026 dinilai dapat menjadi momentum untuk memperluas kerja sama kebudayaan kedua negara.

Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari peringatan bersama, riset akademik, pelestarian warisan budaya, kolaborasi museum, hingga pertukaran pendidikan.

“Peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Afrika Selatan. Kita dapat mengembangkannya melalui program peringatan bersama, riset akademik, pelestarian warisan budaya, kolaborasi museum, serta pertukaran pendidikan,” ujarnya.

Indonesia juga memberikan perhatian terhadap komunitas Cape Malay yang memiliki akar sejarah dari Nusantara. Pemerintah menilai hubungan budaya dengan komunitas tersebut masih dapat dikembangkan melalui berbagai program.

Beberapa di antaranya berupa pertukaran budaya, dokumentasi sejarah lisan, pelindungan warisan budaya takbenda, program kepemudaan, serta kerja sama akademik.

Indonesia Siapkan Cultural House di Cape Town

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyampaikan rencana pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town, Afrika Selatan.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat diplomasi budaya sekaligus ruang pendidikan, riset, seni, dan interaksi masyarakat Indonesia dengan masyarakat Afrika Selatan.

“Kami melihat Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House bukan sekadar sebuah bangunan kebudayaan. Ini dapat menjadi pusat diplomasi budaya, ruang pendidikan dan riset, tempat berkumpul masyarakat, sekaligus simbol persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan yang akan bertahan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie menyatakan dukungannya terhadap rencana peringatan 400 tahun Sheikh Yusuf. Ia juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan melalui pertukaran komunitas Cape Malay, seniman, serta pelaku budaya.

McKenzie turut menyambut baik inisiatif Indonesia untuk membangun Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town.

Selain kerja sama terkait Sheikh Yusuf, Indonesia dan Afrika Selatan juga mendorong pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kebudayaan yang ditandatangani pada 2008.

Pembaruan MoU tersebut diharapkan dapat menyesuaikan kerja sama dengan perkembangan serta prioritas kedua negara saat ini. Ruang lingkupnya mencakup warisan budaya, museum, arsip, industri kreatif, perfilman, pendidikan kebudayaan, pertukaran seniman, dan program kepemudaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online