Ini Perbedaan Visi Ekonomi Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandi

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) berbincang seusai mendaftarkan diri di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
11 Agustus 2018 14:50 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTADirektur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef), Enny Sri Hartati membeberkan visi ekonomi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ekonom menilai visi ekonomi Indonesia ke depan menjadi faktor menarik untuk diperhatikan dalam kontestasi calon presiden dan wakil presiden pada 2019.

Direktur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef), Enny Sri Hartati, menjelaskan politik memang memiliki pengaruh terhadap ekonomi, maka stabilitas politik perlu dijaga.

"Menurut saya capres dan cawapres levelnya lebih ke level politik, artinya untuk membuat stabilitas politik terjaga, makanya yang diperlukan stabilitas itu terjadinya penyatuan kekuatan secara politik," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (10/8/2018).

Dia berpendapat kemampuan yang paling utama adalah kepemimpinan dan manajemen kenegaraan. Sementara, kemampuan teknis adalah bonus dan integritas menjadi nilai utama yang menurutnya harus dimiliki calon presiden dan wakil presiden.

Di sisi lain, Enny menitikberatkan persaingan kedua calon akan fokus pada isu-isu ekonomi yang tengah menjadi permasalahan negeri ini.

"Presiden pasti punya visi misi dan tidak hanya konsep, Prabowo-Sandi dengan ekonomi kerakyatan, Jokowi-Ma’ruf dengan ekonomi keumatan, esensinya sama kalau masyarakat tidak melihat konkretnya," paparnya.

Maka, Enny menilai perdebatannya akan menarik untuk disimak, terutama terkait program kerja dan langkah-langkah pelaksanaannya.

Enny mencontohkan pemilu Amerika Serikat antara Hillary Clinton dengan Donald Trump, kebijakan ekonomi keduanya sudah dapat dilihat sejak masa kampanye.

"Itu yang langsung berhubungan dengan masyarakat, kebetulan isu ekonomi tengah menjadi permasalahan utama, sehingga menarik untuk melihat bagaimana para calon menjawab tantangan ekonomi saat ini," tambahnya.

 

Sumber : Bisnis Indonesia