Pernah Gagal Nyapres, Amien Rais Bukan Ancaman Serius Bagi Jokowi

Amien Rais. - Antara/Puspa Perwitasari
13 Juni 2018 07:50 WIB Newswire News Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA- PDIP ikut angkat bicara ihwal kabar pencalonan politikus PAN Amien Rais sebagai capres pada 2019 yang akan menandingin Joko Widodo.

Kalangan politisi terus menyoroti langkah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang ingin maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Terkini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto ikut angkat bicara.

Menurut Hasto, siapapun yang akan maju sebagai calon Presiden harus sesuai dengan konstitusi. Mendapat dukungan dari partai politik atau gabungan parpol yang mendapat dukungan kursi sekurang-kurangnya 2%.

"Selama syarat-syarat itu memenuhi silahkan. Setiap warga negara memiliki hak memilih dan dipilih, tetapi rakyat yang jadi hakim terbaik," ujar Hasto di Stasiun Pasar Senen, Selasa (12/6/2018).

Ia menilai, sikap Amien Rais yang memberikan kesan menantang tidaklah berpengaruh pada angka elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menunjukkan angka tertinggi.

Menurutnya, rakyat akan melihat pemimpin-pemimpin mana yang baik dan dapat menyatukan pemimpin. Tersenyum ketika dikritik dan dihujat.

"Atau pemimpin yg memecah belah. Buktinya elektabilitas pak Jokowi tertinggi. Kita ini kan berkebudayaan timur, apalagi sedang puasa," kata Hasto.

Hasto pun yakni, majunya Amien Rais sebagai Capres tidak menjadi ancaman serius bagi Jokowi. Karena dulu, Amien Rais juga sempat mencalonkan diri.

Ia menjelaskan, jika partai berdaulat menentukan siapa calon pemimpinnya. Ketika sebuah partai mendukung Jokowi, tentu harus disertai dua kajian, suasana kebatinan yang baik dan Jokowi mendapat dukungan kuat dari rakyat.

“Ketika partai berpindah-pindah menjadi bunglon, rakyat akan tahu mana partai konsisten mana yang hanya kejar kekuasaan," pungkasnya.

Sumber : Suara

Adplus Tokopedia