Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Orangutan melawan buldoser pembalak liar di Hutan Sungai Putri, Kalimantan, pada 2013. Namun, oleh International Animal Rescue, video itu baru disebar pada Selasa (5/6/2018) pekan ini./Facebook
Harianjogja.com, JAKARTA- Video Orangutan melawan buldoser yang hendak membabat hutan sebagai rumah primata tersebut viral di media dan ramai diberitakan media internasional.
Habitat Orangutan di hutan-hutan Indonesia kian terancam oleh banyaknya pembukaan lahan serta pembalakan liar.
Beragam perlawanan dari pencinta lingkungan dan binatang terhadap aktivitas perusakan tersebut dilakukan, namun habitat Orangutan semakin tergerus.
Bahkan, Orangutan pun ikut melakukan perlawanan. Itu seperti ditunjukkan oleh satu Orangutan yang berani menghadapi buldoser saat menebang pepohonan di lingkungannya.
Orangutan itu terekam video amatir mengamuk, mencoba mengadang buldoser yang asyik menebang pohon.
Insiden itu terjadi di Hutan Sungai Putri, Kalimantan, pada 2013. Namun, oleh International Animal Rescue, video itu baru disebar pada Selasa (5/6/2018) pekan ini.
Aksi perlawanan Orangutan itu ternyata mendapat perhatian khusus dari kelompok-kelompok pecinta binatang maupun media-media internasional.
Setidaknya, perlawanan Orangutan terhadap aksi penebangan hutan itu diberitakan oleh sejumlah media berbasis di Inggris seperti Independent, Mirror, Telegraph, dan Daily Mail.
Media daring asal Rusia, Sputnik, Newshub (Selandia Baru), Hindustan Times (India), juga turut menyorot aksi Orangutan tersebut.
“Rekaman dramatis ini menunjukkan dampak buruk deforestasi terhadap habitat Orangutan yang berharga. Orangutan yang putus asa ini panik mencari perlindungan dari kekuatan destruktif buldoser; sebuah mesin yang telah menghancurkan segalanya di sekelilingnya,” tulis International Animal Rescue di akun resmi Facebooknya.
“Terlepas dari semua rintangan yang ada, tim kami berhasil menyelamatkan Orangutan ini dan membawanya ke tempat yang aman.”
Organisasi itu menyayangkan, gambaran hidup Orangutan seperti itu semakin sering terlihat di hutan-hutan Indonesia.
Menurut mereka, deforestasi telah menyebabkan populasi Orangutan merosot, habitat dihancurkan.
“Orangutan dibiarkan kelaparan dan mati. Kita perlu bertindak,” tegas mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Jogja ditutup. Yan Kurnia Sutanto mendorong pelestarian kuliner tradisional dan kedaulatan pangan.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Polres Sukoharjo bakal menyisir gudang untuk mencegah penyalahgunaan setelah penggerebekan kasino ilegal dan penetapan 30 tersangka.
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.