Ditolak Warga, Makam yang sudah Digali untuk Pelaku Bom di Surabaya Diuruk Kembali

Keluarga terduga teroris Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati. - Suara/Istimewa
18 Mei 2018 14:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA- Makam untuk enam jenazah pelaku bom di tiga gereja di Surabaya dari keluarga Dita Oepriarto yang sudah digali, diuruk tanah kembalk karena ditolak warga.

Kepala kantor makam Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya, Mujiono mengatakan keputusan itu diambil atasannya. Mujiono membenarkan, jika kemarin dia beserta pegawai yang lain sudah mulai menggali, tapi menguruk kembali tanah untuk rencana pemakaman.

"Kami di sini hanya petugas. Segala macam keputusan langsung dari atasan [Kadin DKRTH], kami hanya mengerjakan," ujarnya, Jumat (18/5/2018) siang.

"Kemarin petugas sudah mulai menggali. Dan dari atasan tiba-tiba ada perintah untuk menguruk," imbuhnya.

Sementara, petugas penggali kubur yang tidak mau disebutkan namanya juga membenarkan peristiwa itu.

"Saya gali, kok tiba-tiba disuruh ngembalikan lagi, ya saya kembalikan. Dengar-dengar jenazahnya ditolak warga," ungkapnya.

Dita Oepriarto (47) dan istrinya, Puji Kuswati, mengajak serta keempat anaknya untuk melakukan bom bunuh diri. Alhasil, Dita, Puji, dan empat anaknya tewas dalam aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Dita melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya. Puji bersama FS dan PR membom Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro, Surabaya.

Sedang dua anak laki-laki mereka disuruh mengebom Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya.

Sumber : suara.com