Advertisement
Begini Komentar Nyinyir Netizen di Akun Facebook Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja
Tampilan halaman depan akun Facebook milik FH.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Akun Facebook milik FH, anak Puji Kuswati yang meledakkan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna, Surabaya, Minggu (13/05/2018) dibanjiri komentar para netizen. Ada yang memberikan komentar nyinyir, menghujat dan ada pula yang memberikan komentar bijak di akun Facebook milik anak berusia 16 tahun tersebut.
FH ikut meninggal dunia setelah meledakkan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya bersama kakaknya, YF, 18. FH terakhir memposting di media sosial tersebut pada 20 September 2017. Anak tersebut memposting beberapa gambar senjata dimainkan di game online.
Advertisement
Kontan saja, setelah mengetahui akun salah satu pelaku peledakan bom bunuh diri di gereja di Surabaya, netizen langsung memberikan komentar. Postingan terakhir FH setidaknya telah 26 kali dibagikan. Hingga Selasa (15/05/2018) sore, ratusan bahkan seribuan komentar telah di tulis di halaman akun Facbook milik FH. Apa saja komentar warganet di akun milik FH?
Berdasarkan penelusuran Harian Jogja, kebanyakan komentar yang ditulis netizen bernada nyinyir, menghujat, memaki-maki dengan kata-kata yang kasar. Misalnya yang ditulis oleh Yaejii, Yang kayak begini seharus nya dihukum mati. Dhyoo Pea menulis komentar: Tong2 masa depan lu masih panjang eh lu sia2in dasar pe'a..Ada juga komentar yang dengan menggunakan nama binatang.
BACA JUGA
Selain itu, banyak juga yang memberikan komentar sinis. Kebanyakan netizen bertanya apakah yang bersangkutan sudah bertemu dengan para bidadari atau belum. Seperti yang ditulis Novanda: Udh ketemu bidadari blm?? Sedangkan Niken berkomentar Dapet bidadari ga gan?. Selain itu ada pula komentar sinis lainnya. Seperti Jhonardin: Ketemu malaikat . Eh di bully juga. Sedangkan Izzis Alfian bertanya apakah di negara juga panas? Neraka panas ga om?
Namun, ada juga netizen yang memberikan komentar bijak yang intinya tidak perlu di-bully karena orangnya sudah mati. Seperti yang ditulis Ayis Fikri: Ga baik bro bully orang yg udah death. Nadia Almira menulis: Kalian gk tau apa sebab dia melakukan hal itu, mungkin bukan keinginan dia... Jangan mengklaim dia penjahat, sudah biarkan dia tenang... Lebih baik mendoakan. Sedangkan Eli Marlianti menulis: Semoga tenang ya dek.. Itu bukan kemauan mu..
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kisah Suparjono Menjaga Depo Pringgokusuman Jogja Tetap Nol Sampah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement








